Bus listrik dari Damri mulai beroperasi di Bandung
Selasa, 7 November 2023 20:44 WIB
Bus listrik Damri yang beroperasi di Bandung, Jawa Barat. ANTARA/HO-Damri
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Damri bersinergi dengan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengoperasikan layanan bus listrik berbasis buy the service (BTS) di Bandung, Jawa Barat yang beroperasi dengan rute Terminal Leuwipanjang-Dago dan sebaliknya.
Layanan yang mulai beroperasi sejak Senin (6/11), dapat dipergunakan oleh masyarakat kawasan Kota Bandung dan sekitarnya.
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Damri Ramdhani Agung Sukirno dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa mengatakan layanan yang dihadirkan tersebut merupakan layanan jasa angkutan massal perkotaan berupa bus yang akan memperkuat konektivitas moda transportasi.
Layanan bus listrik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melakukan dekarbonisasi dengan mengajak masyarakat kembali menggunakan angkutan umum. Selain itu, menyediakan sarana dan fasilitas bagi masyarakat yang bertujuan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas menuju zero accident.
Damri menginformasikan layanan BTS bus listrik dengan rute Terminal Leuwipanjang-Dago itu melewati beberapa titik pemberhentian, di antaranya Rumah Sakit Immanuel, Taman Tegalega, Terminal Tegalega, RSKIA Astanaanyar, Stasiun Bandung Pintu Selatan, Balaikota, BEC, Hotel The 101, Taman Radio, Kartika Sari, Rumah Sakit Borromeus, UNIKOM, dan Unpad Dipatiukur.
"Tarif yang dikenakan sebesar Rp4.900 per tiket dengan sistem pembayaran tap on bus (TOB) menggunakan uang elektronik maupun QRIS. Untuk layanan tersebut dengan mengoperasikan sebanyak tujuh unit armada," ucap Agung.
Sementara, untuk jam keberangkatan bus tersedia mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan keberangkatan setiap hari. Kapasitas bus tersedia untuk 24 orang dengan jumlah tempat duduk 19 penumpang dan lima orang penumpang dapat berdiri.
Damri memastikan kapasitas tersebut sudah ditentukan demi kenyamanan dan keamanan penumpang ketika menaiki bus listrik.
Agung mengatakan bahwa Damri berkomitmen untuk terus berinovasi dalam perkembangan transportasi darat menuju pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, resiliensi, inovatif, modern, dan berbasis teknologi mutakhir untuk mendukung konektivitas transportasi darat.
"Selain menjadi transportasi yang ramah lingkungan, harapannya bus listrik yang dioperasikan Damri juga bisa menjadi daya tarik bagi para pelanggan kami dan mampu mudahkan masyarakat Kota Bandung untuk melakukan mobilisasi di dalam kota dengan nyaman, aman, dan selamat," ujarnya.
Layanan yang mulai beroperasi sejak Senin (6/11), dapat dipergunakan oleh masyarakat kawasan Kota Bandung dan sekitarnya.
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Damri Ramdhani Agung Sukirno dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa mengatakan layanan yang dihadirkan tersebut merupakan layanan jasa angkutan massal perkotaan berupa bus yang akan memperkuat konektivitas moda transportasi.
Layanan bus listrik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melakukan dekarbonisasi dengan mengajak masyarakat kembali menggunakan angkutan umum. Selain itu, menyediakan sarana dan fasilitas bagi masyarakat yang bertujuan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas menuju zero accident.
Damri menginformasikan layanan BTS bus listrik dengan rute Terminal Leuwipanjang-Dago itu melewati beberapa titik pemberhentian, di antaranya Rumah Sakit Immanuel, Taman Tegalega, Terminal Tegalega, RSKIA Astanaanyar, Stasiun Bandung Pintu Selatan, Balaikota, BEC, Hotel The 101, Taman Radio, Kartika Sari, Rumah Sakit Borromeus, UNIKOM, dan Unpad Dipatiukur.
"Tarif yang dikenakan sebesar Rp4.900 per tiket dengan sistem pembayaran tap on bus (TOB) menggunakan uang elektronik maupun QRIS. Untuk layanan tersebut dengan mengoperasikan sebanyak tujuh unit armada," ucap Agung.
Sementara, untuk jam keberangkatan bus tersedia mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan keberangkatan setiap hari. Kapasitas bus tersedia untuk 24 orang dengan jumlah tempat duduk 19 penumpang dan lima orang penumpang dapat berdiri.
Damri memastikan kapasitas tersebut sudah ditentukan demi kenyamanan dan keamanan penumpang ketika menaiki bus listrik.
Agung mengatakan bahwa Damri berkomitmen untuk terus berinovasi dalam perkembangan transportasi darat menuju pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, resiliensi, inovatif, modern, dan berbasis teknologi mutakhir untuk mendukung konektivitas transportasi darat.
"Selain menjadi transportasi yang ramah lingkungan, harapannya bus listrik yang dioperasikan Damri juga bisa menjadi daya tarik bagi para pelanggan kami dan mampu mudahkan masyarakat Kota Bandung untuk melakukan mobilisasi di dalam kota dengan nyaman, aman, dan selamat," ujarnya.
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masih ada warga Kalteng belum nikmati listrik, anggota DPR soroti pemerataan energi
28 February 2026 7:31 WIB
Anggota DPR minta PLN jaga pasokan listrik selama Ramadhan hingga Idul Fitri
28 February 2026 6:43 WIB
Tanamkan Budaya Keselamatan Listrik Sejak Dini, PLN Kalselteng Sosialisasi di SMKN 2 Banjarbaru
19 February 2026 18:49 WIB
Pemprov-PLN bersinergi optimalkan GAES PDKB jaga keandalan listrik Kalteng sambut Ramadhan
09 February 2026 15:15 WIB
PT SKS Listrik Kalimantan raih penghargaan Asian Management Excellence Awards 2026
26 January 2026 9:54 WIB
PT SLK torehkan prestasi, Division Head Public Affairs raih Inspiring Professional Award 2026
25 January 2026 22:35 WIB