Logo Header Antaranews Kalteng

Setiap Kamis, pegawai Kemensos diinstruksikan naik transportasi umum/listrik

Rabu, 22 April 2026 14:17 WIB
Image Print
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memimpin apel kedisiplinan pegawai Kementerian Sosial se-Indonesia di lapangan gedung utama Kementerian Sosial, Salemba Jakarta, Kamis (26/3/2026). Apel digelar bagi sebanyak 2.708 pegawai Kemensos di seluruh Indonesia yang tidak masuk kerja tanpa keterangan pada hari pertama usai libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026).  ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) mewajibkan seluruh pegawainya menggunakan kendaraan umum, kendaraan listrik, atau bersepeda, setiap hari Kamis sebagai upaya transformasi budaya kerja dan penghematan energi di lingkungan kerja.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Jakarta, Rabu, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat efisiensi anggaran dengan semangat "hemat, layanan hebat, dan tanpa korupsi".

"Setiap hari Kamis, seluruh pegawai Kementerian Sosial diwajibkan tidak menggunakan kendaraan konvensional. Pilihannya adalah menggunakan kendaraan umum, mobil listrik, motor listrik, atau bersepeda," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Mensos menjelaskan kebijakan ini bertujuan menekan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan efisien. Berdasarkan hasil uji coba sementara pada April ini, penghematan dari sektor BBM saja diperkirakan hampir mencapai Rp100 juta.

Aturan ini rencananya mulai diberlakukan secara efektif pada pekan depan atau bulan depan, menunggu kesiapan teknis yang disusun secara internal Kemensos.

Meskipun mendorong penghematan, dia menegaskan kualitas pelayanan publik tidak boleh menurun. Pegawai yang bertugas di bagian layanan langsung, seperti di Sekolah Rakyat, Poltekkesos, maupun sentra pelayanan disabilitas dan lansia, tetap diinstruksikan bekerja di kantor (WFO).

"Prinsipnya layanan jalan terus, terutama untuk kelompok rentan. Kami tidak segan menegakkan aturan dan memberikan sanksi bagi pegawai yang melakukan pelanggaran integritas atau menghambat layanan," ujar Mensos Saifullah Yusuf.

Terkait adanya potensi penyesuaian harga BBM, Mensos menyatakan pihaknya terus bersiap melakukan konsolidasi internal sesuai mandat Presiden mengenai ketepatan sasaran bantuan sosial (bansos).

Kemensos siap menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat apabila diperlukan langkah penebalan bansos untuk menjaga daya beli masyarakat, berkaca pada kebijakan serupa yang pernah dilakukan tahun sebelumnya.

"Kami menunggu arahan di tingkat Menko Perekonomian. Yang jelas, kami fokus pada konsolidasi data tunggal dan memastikan bansos tepat sasaran serta memperkuat pemberdayaan masyarakat," ucap Mensos Saifullah Yusuf.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026