Kak Seto temui anak korban kekerasan seksual di Pekanbaru
Kamis, 18 Januari 2024 8:51 WIB
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi saat menjenguk bocah 5 tahun korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan teman sekolahnya di TK. (ANTARA/Annisa Firdausi)
Pekanbaru (ANTARA) - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengunjungi anak berusia 5 tahun korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan teman sekolahnya di Taman Kanak-Kanak Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Rabu malam.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Kak Seto ini berbincang dengan orangtua korban dan melihat kondisi korban N. "Kami sudah menghubungi psikolog terdekat untuk bisa memberikan penanganan yang lebih profesional terhadap psikis korban," kata Kak Seto.
Ia optimistis kondisi psikologis N dapat segera pulih lantaran lingkungan keluarga yang menurutnya sangat ramah anak.
Terlebih lagi komunikasi antara orangtua dengan N sangat komunikatif.
"N juga cukup cerdas. Lingkungan rumahnya sangat ramah anak, penuh dengan mainan," ucap Kak Seto.
Dikatakannya, lingkungan rumah yang ramah anak merupakan salah satu modal untuk menangani kasus psikologis, apabila anak terjebak suatu masalah. Kak Seto memastikan penanganan secara profesional akan segera dilakukan, baik kepada korban maupun pelaku.
Ia berharap tak ada lagi anak yang menjadi korban dari kekerasan maupun penyimpangan tindakan seksual. "Perlakuan dan terapi yang tepat dapat kembali memulihkan kondisi korban maupun pelaku, sebab pelaku pun awalnya juga korban," ujarnya.
Pihaknya juga mengapresiasi Kepolisian Resor Kota Pekanbaru yang dinilai cepat turun tangan menangani masalah ini. Ia berharap cepat ada penanganan terhadap pihak sekolah.
Selain itu, ia mendesak dinas pendidikan setempat untuk memberikan pembinaan terhadap sekolah, sebab sekolah harus layak anak sebagaimana Undang-Undang perlindungan anak, bahwa setiap sekolah wajib menjaga agar tidak ada kekerasan terhadap anak baik oleh sesama siswa atau guru.
"Jangan sampai hal serupa terulang lagi. Mohon sekolah turut merasakan kejadian ini dan ikut bertanggungjawab," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Kak Seto ini berbincang dengan orangtua korban dan melihat kondisi korban N. "Kami sudah menghubungi psikolog terdekat untuk bisa memberikan penanganan yang lebih profesional terhadap psikis korban," kata Kak Seto.
Ia optimistis kondisi psikologis N dapat segera pulih lantaran lingkungan keluarga yang menurutnya sangat ramah anak.
Terlebih lagi komunikasi antara orangtua dengan N sangat komunikatif.
"N juga cukup cerdas. Lingkungan rumahnya sangat ramah anak, penuh dengan mainan," ucap Kak Seto.
Dikatakannya, lingkungan rumah yang ramah anak merupakan salah satu modal untuk menangani kasus psikologis, apabila anak terjebak suatu masalah. Kak Seto memastikan penanganan secara profesional akan segera dilakukan, baik kepada korban maupun pelaku.
Ia berharap tak ada lagi anak yang menjadi korban dari kekerasan maupun penyimpangan tindakan seksual. "Perlakuan dan terapi yang tepat dapat kembali memulihkan kondisi korban maupun pelaku, sebab pelaku pun awalnya juga korban," ujarnya.
Pihaknya juga mengapresiasi Kepolisian Resor Kota Pekanbaru yang dinilai cepat turun tangan menangani masalah ini. Ia berharap cepat ada penanganan terhadap pihak sekolah.
Selain itu, ia mendesak dinas pendidikan setempat untuk memberikan pembinaan terhadap sekolah, sebab sekolah harus layak anak sebagaimana Undang-Undang perlindungan anak, bahwa setiap sekolah wajib menjaga agar tidak ada kekerasan terhadap anak baik oleh sesama siswa atau guru.
"Jangan sampai hal serupa terulang lagi. Mohon sekolah turut merasakan kejadian ini dan ikut bertanggungjawab," katanya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha/Annisa Firdausi
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga legislator Kotim dorong perbaikan akses jalan menuju RS Pratama Parenggean
03 July 2025 5:44 WIB
Temuan manipulasi takaran Minyakita sekitar 13 ton di Kabupaten Tangerang
12 March 2025 15:55 WIB, 2025
LPAI pastikan lindungi anak yang diduga korban penganiayaan oknum polisi
09 July 2024 14:35 WIB, 2024
Kak Seto sebut Gim dengan kekerasan dan konten negatif mesti dibersihkan
12 April 2024 18:41 WIB, 2024
Kapolres Temanggung minta maaf terkait penanganan anak bakar sekolahnya
04 July 2023 14:29 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi bongkar penyelundupan 1,7 Ton minyak tanah di NTT, pelaku terancam 6 tahun
17 March 2026 21:56 WIB
Pertamina: 90 SPBU di Kalimantan siap layani kebutuhan BBM periode mudik Lebaran
12 March 2026 5:23 WIB