Perkebunan sawit didorong gunakan KUR selain BPDPKS
Sabtu, 27 Januari 2024 14:13 WIB
Warga membawa hasil panen kelapa sawit di lahan perkebunan Danau Lamo, Maro Sebo, Muarojambi, Jambi. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.)
Medan (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pekebun sawit menggunakan kredit usaha rakyat (KUR) untuk mengembangkan usahanya selain bantuan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
"Untuk peningkatan sarana dan prasarana, bisa menggunakan KUR," ujar Airlangga di Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat. Dia melanjutkan, bantuan dari BPDPKS untuk peremajaan sawit rakyat (PSR) sejatinya terbatas karena besarannya Rp30 juta per kepala keluarga per hektare, dengan maksimal empat hektare.
Namun, agar produksi semakin bagus, Airlangga menyarankan pekebun untuk mengajukan permohonan KUR ke bank yang salah satunya adalah Bank Sumut. Pria berusia 61 tahun itu yakin pencairan KUR dapat dilakukan dengan cepat karena mereka yang mendapatkan bantuan BPDPKS sudah mempunyai sertifikat lahan dan legalitas usaha.
Dalam kesempatan itu, Airlangga pun menanyakan berapa kebutuhan anggaran pekebun di luar BPDPKS.
Petani Mandiri Feriadi menyatakan bahwa pekebun berharap mendapatkan minimal Rp25 juta per hektare untuk perawatan sarana dan prasarana selama tiga tahun atau sampai pohon sawit menghasilkan buah.
Airlangga langsung menanyakan hal tersebut kepada Direktur Utama Bank Sumut Babay Parid Wazdi yang hadir di lokasi. "Pak Dirut berapa lama akad kreditnya? Kalau bisa awal Februari-lah karena tidak perlu lagi 'due diligence'. Mereka kan, sudah mengambil dana BPDPKS. Jadi langsung saja, Pak," tutur Airlangga sambil tertawa.
Babay lalu memberikan jaminan bahwa pemberian KUR untuk pekebun sawit penerima bantuan BPDPKS dilaksanakan dengan segera. Dia menegaskan, Bank Sumut memiliki anggaran Rp1,3 triliun untuk KUR, termasuk yang ditujukan untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
"Kami sudah memiliki data pekebun. Tinggal cek silang saja karena legalitas kebun sudah ada. Lalu akan kami hitung lagi 'cashflow'-nya lantaran baru menghasilkan setelah tiga tahun penanaman. Kami juga tetap melakukan survei untuk memastikan kebunnya," kata Babay.
"Untuk peningkatan sarana dan prasarana, bisa menggunakan KUR," ujar Airlangga di Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat. Dia melanjutkan, bantuan dari BPDPKS untuk peremajaan sawit rakyat (PSR) sejatinya terbatas karena besarannya Rp30 juta per kepala keluarga per hektare, dengan maksimal empat hektare.
Namun, agar produksi semakin bagus, Airlangga menyarankan pekebun untuk mengajukan permohonan KUR ke bank yang salah satunya adalah Bank Sumut. Pria berusia 61 tahun itu yakin pencairan KUR dapat dilakukan dengan cepat karena mereka yang mendapatkan bantuan BPDPKS sudah mempunyai sertifikat lahan dan legalitas usaha.
Dalam kesempatan itu, Airlangga pun menanyakan berapa kebutuhan anggaran pekebun di luar BPDPKS.
Petani Mandiri Feriadi menyatakan bahwa pekebun berharap mendapatkan minimal Rp25 juta per hektare untuk perawatan sarana dan prasarana selama tiga tahun atau sampai pohon sawit menghasilkan buah.
Airlangga langsung menanyakan hal tersebut kepada Direktur Utama Bank Sumut Babay Parid Wazdi yang hadir di lokasi. "Pak Dirut berapa lama akad kreditnya? Kalau bisa awal Februari-lah karena tidak perlu lagi 'due diligence'. Mereka kan, sudah mengambil dana BPDPKS. Jadi langsung saja, Pak," tutur Airlangga sambil tertawa.
Babay lalu memberikan jaminan bahwa pemberian KUR untuk pekebun sawit penerima bantuan BPDPKS dilaksanakan dengan segera. Dia menegaskan, Bank Sumut memiliki anggaran Rp1,3 triliun untuk KUR, termasuk yang ditujukan untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
"Kami sudah memiliki data pekebun. Tinggal cek silang saja karena legalitas kebun sudah ada. Lalu akan kami hitung lagi 'cashflow'-nya lantaran baru menghasilkan setelah tiga tahun penanaman. Kami juga tetap melakukan survei untuk memastikan kebunnya," kata Babay.
Pewarta : Michael Siahaan
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ridwan Kamil : Mundurnya Airlangga Hartarto merupakan dinamika dalam partai
12 August 2024 17:50 WIB, 2024
Terpopuler - Perkebunan
Lihat Juga
TAPG perkuat pemberdayaan petani sawit lewat skema plasma satu atap di Sukamara
12 December 2025 6:41 WIB
China perkuat produksi "lumbung biji-bijian" dengan mesin tani modern di Heilongjiang
26 September 2025 14:01 WIB
520 petani Indonesia menuju sertifikasi RSPO melalui Program Sawit Terampil
29 May 2023 16:25 WIB, 2023