Logo Header Antaranews Kalteng

OJK: Sektor Pasar Modal di Kalteng catatkan tren positif

Selasa, 27 Januari 2026 17:35 WIB
Image Print
Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan perkembangan bisnis pada sektor pasar modal di provinsi setempat mampu mencatatkan tren yang positif.

"Tren positif ini tercermin dari berbagai indikator, baik dari sisi jumlah investor. transaksi, serta lainnya," terang Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz di Palangka Raya, Selasa.

Dia memaparkan, jumlah investor atau jumlah Single Investor Identification (SID) pada sektor pasar modal mengalami perkembangan positif, terlihat dari jumlah investor saham hingga November 2025 yang mengalami peningkatan.

"Peningkatan jumlah investor saham ini sebanyak 41.345 investor atau 37,71 persen dari tahun ke tahun atau year-on-year (yoy), dari sebelumnya sebanyak 109.642 investor kemudian menjadi 150.987 investor," jelasnya.

Selanjutnya dari sisi nilai transaksi saham per November 2025 mengalami peningkatan hingga Rp897,57miliar atau 218,19 persen (yoy), yakni dari Rp411,36 miliar menjadi Rp1,31 triliun.

Kemudian untuk jumlah nasabah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), baik perorangan maupun perusahaan, terus mengalami peningkatan positif setiap tahunnya.

Baca juga: Kinerja APBN Kalteng solid dengan Pendapatan tumbuh 5,03 persen

Kondisi ini sejalan dengan nilai penjualan produk yang meningkat Rp78,76 miliar atau 590,08 persen (yoy) dari yang awalnya Rp13,35 miliar kemudian menjadi Rp92,10 miliar.

"Berbagai hal ini membuat sektor pasar modal menunjukkan adanya pemulihan ekonomi dan stabilitas pasar yang berpengaruh pada meningkatnya partisipasi masyarakat dalam produk reksa dana," ucap Primandanu.

Lebih lanjut dia menegaskan, OJK Kalteng di saat bersamaan senantiasa memacu kegiatan sosialisasi maupun edukasi berkaitan literasi serta inklusi keuangan.

Tujuannya agar masyarakat dapat memiliki pemahaman yang baik berkaitan seputar sektor jasa keuangan, sehingga terhindar dari scam atau penipuan, hingga dapat mengakses berbagai produk termasuk reksa dana dengan baik, ujarnya.

Baca juga: Pemprov kaji sistem pengelolaan parkir khusus RTH Bundaran Besar

Baca juga: DPRD minta Pemprov Kalteng perketat perizinan demi lindungi lingkungan

Baca juga: Pemprov Kalteng siapkan pola kerja fleksibel ASN



Pewarta :
Editor: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026