Menko Luhut tegaskan pembangunan dan investasi di IKN tetap berjalan
Rabu, 5 Juni 2024 13:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (4/6/2024). ANTARA/Aji Cakti
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pembangunan serta investasi Ibu Kota Nusantara tidak ada masalah dan tetap berjalan terkait dengan pengunduran diri kepala dan wakil kepala Otorita IKN (OIKN).
"IKN itu tidak ada masalah," ujar Luhut dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.
Dia juga menegaskan bahwa pembangunan dan investasi di IKN tidak terdampak oleh pengunduran diri kepala serta wakil kepala OIKN.
"Investasi dan pembangunan semua berjalan, kalau terjadi keterlambatan di sana sini itu merupakan hal biasa. Tidak ada isu," katanya.
Menurut Luhut, saat ini Plt. Kepala OIKN dijabat oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Kemenko Marves membantu dalam pembebasan lahan di IKN sekitar 2.000 hektare yang kurang lebih bermasalah.
"Apalagi sekarang tugas Plt.Kepala OIKN yakni Menteri PUPR beliau sangat cepat, kami membantu pembebasan lahan sekitar 2.000 hektare yang lebih kurang bermasalah, tapi saya kira dengan Badan Bank Tanah saya juga kerja samakan. Saya melihat secara keseluruhan itu akan bisa terselesaikan karena saya melihat semua bekerja secara terpadu," ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) bagaikan membeli masa depan.
Pasalnya berbagai infrastruktur seperti jalan dan bandara baru dapat dirasakan manfaatnya beberapa tahun ke depan.
Seiring pembangunan, Jokowi menjelaskan bahwa akses transportasi ke IKN akan semakin mudah dengan adanya jalan tol serta bandara komersial.
Oleh karena itu, dia mendorong para investor untuk segera berinvestasi pada pembangunan IKN sebelum harga tanahnya menjadi mahal.
Presiden RI juga mengatakan bahwa konsep kota masa depan harus ramah lingkungan dan nyaman dihuni (liveable).
Konsep tersebut untuk memperbaiki kekeliruan pandangan masyarakat bahwa kota masa depan itu berarti banyak gedung pencakar langit atau bangunan beton.
"IKN itu tidak ada masalah," ujar Luhut dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.
Dia juga menegaskan bahwa pembangunan dan investasi di IKN tidak terdampak oleh pengunduran diri kepala serta wakil kepala OIKN.
"Investasi dan pembangunan semua berjalan, kalau terjadi keterlambatan di sana sini itu merupakan hal biasa. Tidak ada isu," katanya.
Menurut Luhut, saat ini Plt. Kepala OIKN dijabat oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Kemenko Marves membantu dalam pembebasan lahan di IKN sekitar 2.000 hektare yang kurang lebih bermasalah.
"Apalagi sekarang tugas Plt.Kepala OIKN yakni Menteri PUPR beliau sangat cepat, kami membantu pembebasan lahan sekitar 2.000 hektare yang lebih kurang bermasalah, tapi saya kira dengan Badan Bank Tanah saya juga kerja samakan. Saya melihat secara keseluruhan itu akan bisa terselesaikan karena saya melihat semua bekerja secara terpadu," ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) bagaikan membeli masa depan.
Pasalnya berbagai infrastruktur seperti jalan dan bandara baru dapat dirasakan manfaatnya beberapa tahun ke depan.
Seiring pembangunan, Jokowi menjelaskan bahwa akses transportasi ke IKN akan semakin mudah dengan adanya jalan tol serta bandara komersial.
Oleh karena itu, dia mendorong para investor untuk segera berinvestasi pada pembangunan IKN sebelum harga tanahnya menjadi mahal.
Presiden RI juga mengatakan bahwa konsep kota masa depan harus ramah lingkungan dan nyaman dihuni (liveable).
Konsep tersebut untuk memperbaiki kekeliruan pandangan masyarakat bahwa kota masa depan itu berarti banyak gedung pencakar langit atau bangunan beton.
Pewarta : Aji Cakti
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Luhut Binsar dorong digitalisasi untuk penyaluran bansos yang tepat sasaran
08 February 2025 14:09 WIB, 2025
Luhut Binsar kejar Rp172 triliun potensi inefisiensi sawit bisa ditarik
07 March 2024 17:45 WIB, 2024