Damaskus/Latakia (ANTARA) - Dengan runtuhnya rezim Baath Suriah pada Minggu dan berakhirnya era keluarga Assad, warga Suriah terlihat merobohkan patung Hafez al-Assad, mendiang ayah dari Presiden Bashar al-Assad yang digulingkan, di berbagai kota di seluruh negeri.
Ketika kota-kota terbesar di negara itu lepas dari kendali rezim, banyak warga turun ke jalan dan merobohkan patung-patung mendiang Assad dan menghancurkan foto-foto putranya, Bashar.
Dari Ibu Kota Damaskus hingga kampung halaman keluarga Assad di pesisir Latakia, di antara kota-kota lainnya, semua simbol rezim dirobohkan.
Baca juga: Bashar Al-Assad mengundurkan diri, putuskan keluar dari Suriah
Di Damaskus, orang-orang juga menyerbu istana Bashar al-Assad.
Keberadaan Bashar masih belum diketahui, sementara perayaan terus berlanjut di banyak bagian negara itu.
Media internasional melaporkan berbagai klaim bahwa Assad meninggalkan negara itu, dengan laporan yang belum dikonfirmasi menyebut bahwa ia mungkin telah melakukan perjalanan ke Rusia atau negara tetangga Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, ribuan orang di seluruh dunia telah menggunakan program pelacakan penerbangan untuk melacak rute penerbangan ke dan dari Damaskus dan Latakia, demikian Anadolu.
Baca juga: Donald Trump: Situasi Suriah kacau, AS tidak boleh terlibat
Warga Suriah robohkan patung ayah Bashar al-Assad
Senin, 9 Desember 2024 8:23 WIB
Kekuasaan 61 tahun Partai Baath di Suriah tumbang setelah ibu kota Damaskus lepas dari kendali rezim Assad, Minggu (8/12/2024). ANTARA/Anadolu/py/am.
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PBB ingatkan ancaman kedaualatan dan integritas Suriah usai keruntuhan rezim Assad
09 January 2025 15:27 WIB, 2025
Rezim Assad jadikan Gunung Qasioun sebagai pabrik bom barel selama perang
02 January 2025 17:52 WIB, 2025
Warga Suriah di Turki berbondong-bondong kembali ke negeranya pasca jatuhnya rezim
10 December 2024 10:33 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Donald Trump tolak hak kembali warga Palestina dalam rencananya untuk Gaza
11 February 2025 9:13 WIB