Kuala Kapuas (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah bersama unit kerja sentral layanan sosial Budi Luhur Banjarbaru, Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan Program Atensi Kementerian Sosial RI kepada puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Program Atensi ini merupakan program Kementerian Sosial yang dilaksanakan setiap tahun, dan untuk Kapuas sendiri tahun ini sebanyak 79 KPM,” kata Kepala Dinsos Kapuas Yanmarto di Kuala Kapuas, Kamis.
Untuk penerima bantuan KPM tersebut, meliputi empat klaster yakni klaster anak, lanjut usia (lansia), disabilitas dan orang rentan. Sedangkan jenis bantuan bervariasi, mulai dari bantuan perlengkapan kamar, perlengkapan dapur, nutrisi, kebutuhan dasar serta alat bantu.
“Kabupaten Kapuas selalu mendukung penyelenggaraan bantuan sosial oleh Pemerintah Pusat, karena tentunya ini membantu kinerja layanan sosial kita. Sehingga adanya dukungan sinergi, kolaborasi dari Pemerintah Pusat itu memang sangat dibutuhkan oleh kita,” ujarnya.
Baca juga: Dinkes Kapuas beri pembinaan kesehatan dan kebugaran bagi JCH
Melalui penyaluran bantuan ini, diharap dapat terus mendukung kelompok masyarakat yang terdampak berbagai kondisinya, terutama dampak dari kemiskinan sendiri yang memang perlu dikelola dengan baik melalui berbagai program.
“Salah satunya melalui Program Atensi yang langsung menyentuh keperluan-keperluan dari masyarakat kita dalam berbagai bentuk bantuannya,” jelasnya.
Sementara itu, Yatinem penjabat sentral layanan sosial Budi Luhur Banjarbaru menjelaskan, penyaluran bantuan sosial ini hasil tindak lanjut kegiatan pada Januari yakni asesmen bagi penerima KPM di daerah setempat.
Untuk klaster anak ada 8 orang, lansia 25 orang, disabilitas 34 orang, dan rentan sebanyak 12 orang, dengan total sebanyak 79 KPM.
“Harapannya tentu bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat untuk penerima yang memerlukan,” demikian Yatinem.
Baca juga: Panen raya padi seluas 244 hektare di Tamban Luar sukses terlaksana
Baca juga: Wabup Kapuas minta usulan musrenbang selaraskan prioritas pembangunan
Baca juga: Warga Kapuas keluhkan proses balik nama sertifikat tanah di BPN