Pulang Pisau (ANTARA) - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah, Zulkadri mengatakan dalam rapat koordinasi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor perkebunan dan kehutanan yang dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran belum lama ini adalah bertujuan untuk meningkatkan komitmen bersama antara pemerintah dan para pengusaha yang beroperasional di Kalimantan Tengah.

“Seluruh pengusaha perkebunan dan kehutanan yang berinvestasi di Kalimantan Tengah harus memberikan kontribusi nyata ke wilayah kita," kata Zulkadri di Pulang Pisau, Jumat.

Ia menjelaskan dalam kegiatan tersebut seluruh pengusaha diminta berpartisipasi aktif terhadap kewajiban pajak daerah seperti pajak alat berat, pajak air permukaan, bahan bakar minyak, air tanah, produksi listrik non-PLN,  hingga jasa catering.

"Penggunaan BBM juga harus menggunakan BBM yang ada dan dipasok dari wilayah Kalimantan Tengah agar pajaknya masuk ke wilayah kita, ini telah menjadi komitmen bersama," ujarnya.

Dirinya mengatakan bahwa Bapenda setempat terus berupaya meningkatkan PAD dengan berbagai langkah strategis dan inovatif. Ia menyebut sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PAD Pulang Pisau berasal dari sektor perkebunan adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“PAD yang paling besar di Pulang Pisau adalah BPHTB, tetapi BPHTB ini kan terbatas, karena sifatnya satu kali saja,” jelasnya.

Baca juga: Bupati Pulang Pisau apresaisi bantuan kendaraan persampahan dari pemprov

Meskipun begitu, paparnya, pihaknya tetap mengoptimalkan potensi dari berbagai sektor lain yang masih terbilang kecil kontribusinya. Berbagai strategi dilakukan agar sektor-sektor tersebut bisa memberikan tambahan pendapatan bagi daerah.

Zulkadri menyebutkan sebagai bentuk inovasi, Bapenda Pulang Pisau berfokus pada kemudahan sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk mempermudah masyarakat dalam melaksanakan kewajiban pajaknya.

“Kami memudahkan sistem pembayarannya, memfasilitasi, dan juga membuka layanan jejak daerah, itu yang sedang kami lakukan,” ungkapnya.

Ia mengatakan Bapenda juga tengah menyiapkan peluncuran aplikasi Hapakat Mobile berbasis Android dalam mendukung layanan digital bagi masyarakat. Melalui aplikasi ini, diharapkan proses pembayaran pajak dan pelayanan publik lainnya dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Legislator Pulang Pisau sebut pemangkasan anggaran capai Rp265 miliar

Baca juga: Bupati Pulang Pisau luncurkan program Sepulang Desa perkuat ketahanan pangan

Baca juga: Pemprov Kalteng lengkapi kebutuhan meja dan kursi SMKN 2 Pulang Pisau


Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026