Jakarta (ANTARA) - Gemini yang merupakan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) generatif milik Google dikabarkan menjadi AI dengan pertumbuhan pengguna tercepat melampaui kompetitor AI lainnya khususnya dalam hal kunjungan ke website.

Pernyataan ini mengacu pada data terbaru dari SimiliarWeb yang melaporkan pertumbuhan itu dinilai dari lalu lintas situs web. Ini penting untuk dipahami karena penilaian hanya mempertimbangkan kunjungan ke situs web dan bukan aplikasi seluler atau melalui akses lainnya.

Dengan demikian temuan ini tidak mengacu pada keseluruhan performa pertumbuhan pengguna masing-masing AI.

Laporan 9to5 Google, Senin (9/3) waktu setempat, menyebutkan bahwa Gemini tidak hanya tumbuh tapi juga menjadi situs web AI dengan pertumbuhan tercepat dengan selisih yang sangat besar dengan para kompetitornya.

Jika dibandingkan dengan Februari 2025, Gemini tampak tumbuh sekitar 643 persen dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan ini jika dibandingkan dengan kompetitor beratnya yaitu ChatGPT sangatlah jauh. ChatGPT pada periode yang sama disebutkan hanya memiliki peningkatan pengguna sebesar 37 persen dari tahun ke tahun.

Memang pertumbuhan tidak selalu berarti memiliki pengguna yang terbesar, namun dengan temuan baru ini menunjukkan bahwa pengembangan AI dari Google terbilang populer di kalangan pengguna sementara kompetitornya seperti ChatGPT dan Perplexity (naik 39 persen dari tahun ke tahun dalam periode sama) sebagian besar stagnan.

Selain Gemini, AI yang juga mendapatkan peningkatan besar dari tahun ke tahun ialah Grok dan Claude yang masing-masing tumbuh dengan persentase 480 persen dan 297 persen di periode yang sama.

Namun keduanya masih bisa dibilang tertinggal jauh dari Google yang saat ini memimpin.

Tidak hanya memantau AI dengan pertumbuhan pengguna, Similiarweb menyebutkan ada juga AI yang justru mengalami kondisi penurunan.

Dalam hal ini DeepSeek yang dikembangkan di China mengalami penurunan kunjungan situs web sebanyak 55 persen.