Pangkalan Bun (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Nurhidayah meminta agar kaum perempuan di daerah terus berkarya dan berkontribusi secara nyata bagi kemajuan daerah, seperti teladan dari sosok seorang Raden Ajeng Kartini.
"Semangat Raden Ajeng Kartini selalu memberikan inspirasi kepada seluruh wanita di Indonesia, terutama dalam memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan perempuan Indonesia, khususnya di Kotawaringin Barat," katanya di Pangkalan Bun, Kamis.
Hal itu disampaikannya usai memimpin ziarah ke makam pahlawan, dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 tahun 2026 di Pangkalan Bun, bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW) Kobar.
Nurhidayah mengatakan, kegiatan ziarah ke makam pahlawan menjadi momentum penghormatan terhadap semangat perjuangan kaum perempuan dalam pembangunan daerah.
"Perempuan saat ini bukan hanya pelengkap, tetapi bagian integral dari roda pembangunan, dengan ini kami siap melanjutkan cita-cita RA Kartini, semangat untuk kaum wanita di Kabupaten Kobar," ucapnya.
Baca juga: Sebanyak 39 peserta lolos seleksi administrasi rekrutmen terbuka JPTP di Kobar
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Kartini di Kobar Fitriyana menyampaikan, dalam peringatan tersebut pihaknya bersama GOW Kobar melaksanakan berbagai kegiatan, selain melaksanakan ziarah ke makam pahlawan.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan di antaranya bakti sosial ke Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan. Kegiatan tersebut menyasar ibu hamil, bayi - balita keluarga berisiko stunting, lansia dan juga disabilitas. Bantuan yang di serahkan berupa sembako dan susu.
"Semoga apa yang menjadi harapan kita bersama dapat terwujud, prevalensi stunting di Kobar jumlahnya dapat menurun, untuk menuju Kobar semakin jaya," disampaikannya.
Dia menyebutkan, berdasarkan data dari Aplikasi Siga ( Sistem Informasi Keluarga), terjadi penurunan sasaran keluarga risiko stunting pada tahun ini.
Pada tahun 2025, keluarga risiko stunting di Tanjung Putri berjumlah 102 kepala keluarga, sementara di tahun 2026 mengalami penurunan menjadi 77 kepala keluarga.
"Penurunan yang signifikan ini tentunya merupakan hasil dari semua intervensi secara konvergensi dengan melibatkan seluruh stakeholder di mitra," demikian Fitriyana.
Baca juga: Pemkab Kobar alokasikan pupuk bersubsidi tahun 2026 sebesar 2.048.000 kilogram
Baca juga: Wabup Kobar ajak masyarakat perangi peredaran miras dan narkotika
Baca juga: Ketua DPRD Kobar ingatkan pentingnya penanganan serius stunting