Pangkalan Bun (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Nurhidayah mengapresiasi kolaborasi bersama dalam upaya meningkatkan sektor perkebunan kelapa sawit, salah satunya melalui kegiatan Teknis Pameran dan Field Trip Kelapa Sawit di wilayah setempat.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya tempat berkolaborasi dalam memajukan dunia industri kelapa sawit di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Selasa.
"Kita melihat bahwa kelapa sawit ini menjadi unggulan kita, harapannya ke depan dengan regulasi yang ada bisa lebih berpihak kepada para petani, untuk menilai produktivitas," ujarnya.
Menurutnya, tentunya hal itu sejalan dengan tema yang di angkat pada kegiatan ini yaitu Teknis Kelapa Sawit "Kiat Sukses Meningkatkan Produktivitas Sawit".
"Kegiatan ini bukan sekadar seremonial biasa. Namun juga memberikan manfaat yang luas biasa untuk para petani sawit kita, saya berharap kegiatan ini dapat berlanjut," ucapnya.
Nurhidayah menyampaikan, berdasarkan data statistik Direktorat Jenderal Perkebunan, luas kebun rakyat di Kabupaten Kobar pada 2024 mencapai 82.598 hektare dengan produksi sekitar 3,86 juta ton.
Menurutnya, angka tersebut masih terdapat potensi besar untuk meningkatkan produktivitas yang saar ini belum optimal secara maksimal.
Baca juga: PLN UIP KLB optimalkan pengamanan aset ketenagalistrikan di Kotawaringin Barat
Salah satu yang menjadi faktor penyebab rendahnya produktivitas ini, yaitu masih digunakannya benih yang tidak jelas asal usul dan kualitasnya atau ilegitim di kalangan petani.
"Maka, hadirnya kegiatan ini menjadi sangat penting dan tepat, karena menghadirkan produsen resmi. Sehingga memberikan akses langsung kepada petani untuk memperoleh benih unggul berkualitas," katanya.
Dia mengungkapkan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan produktivitas sawit, di antaranya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan bantuan sarana prasarana.
Pihaknya juga mendorong agar perusahaan-perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Kobar, dapat berperan aktif dalam membantu petani dengan pola kemitraan.
"Sehingga dengan hal itu petani dapat di fasilitasi untuk mengakses program PSR dan dukungan sarana dan prasarananya," ungkapnya.
Nurhidayah menambahkan, pihaknya berharap perusahaan perkebunan di Kotawaringin Barat dapat menerapkan good agriculture practices (GAP).
"Dengan memanfaatkan mekanisme serta penggunaan teknologi informasi, untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing," demikian Nurhidayah.
Baca juga: PLN UIP KLB gelar Inspeksi K3 Manajemen, pastikan pembangunan berjalan aman
Baca juga: Disdikbud Kobar beri ruang ekspresi dan pengalaman baru melalui Gebyar PAUD
Baca juga: Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun musnahkan barang sitaan