Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan RI mendorong penguatan posisi Indonesia dalam industri film global melalui program Next Step Studio Indonesia yang mempertemukan sineas muda dengan kolaborator internasional.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI Irini Dewi Wanti mengatakan program tersebut membuka peluang bagi talenta muda untuk menembus jaringan industri film dunia sekaligus memperkuat kerja sama budaya antarnegara.
“Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk masuk ke jaringan industri global, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis,” kata Irini dalam konferensi pers Next Step Studio Indonesia di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Jakarta, Selasa.
Irini menilai kehadiran program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional yang terus berkembang.
“Kehadiran Next Step Studio Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem sinema global yang dinamis, kreatif, dan berpengaruh,” ujarnya.
Program ini didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, serta Institut Français Indonesia sebagai bagian dari penguatan diplomasi budaya kedua negara. Kerja sama tersebut juga sejalan dengan komitmen bilateral Indonesia dan Prancis dalam bidang kebudayaan yang dituangkan dalam Deklarasi Borobudur.
Selain membuka akses kolaborasi lintas negara, program ini diharapkan dapat meningkatkan peluang produksi film panjang bagi para sineas yang terlibat serta memperluas distribusi karya Indonesia di pasar global.
Program Next Step Studio Indonesia merupakan bagian dari ekosistem internasional The Factory yang sejak 2013 mendukung pengembangan sineas baru di berbagai negara. Melalui program ini, delapan sutradara dari Indonesia dan Asia Tenggara berkolaborasi untuk memproduksi empat film pendek berdurasi sekitar 15 menit.
Empat film tersebut adalah “Holy Crowd” yang disutradarai Reza Fahriyansyah bersama Ananth Subramaniam, “Original Wound” yang disutradarai Shelby Kho bersama Sein Lyan Tun, “Annisa” yang disutradarai Reza Rahadianbersama Sam Manacsa, serta “Mothers Are Mothering” yang disutradarai Khozy Rizal bersama Lam Li Shuen.
Sejumlah aktor Indonesia turut terlibat dalam proyek ini. Film “Holy Crowd” dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Yusuf Mahardika, dan Arswendy Bening Swara.
Film “Original Wound” menampilkan Omara Esteghlal dan Agnes Naomi, sementara “Annisa” dibintangi oleh Nazira C. Noer dan Choirunnisa Fernanda. Adapun “Mothers Are Mothering” menghadirkan Happy Salma dan Asmara Abigail.
Keempat film tersebut dijadwalkan tayang perdana dalam program La Semaine de la Critique pada Festival Film Cannes 2026, yang dikenal sebagai ruang bagi sineas muda untuk memperkenalkan karya mereka di tingkat internasional.