Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mengutus 100 kontingen untuk mengikuti Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 tingkat provinsi di Kota Palangka Raya.
Bupati Kobar Nurhidayah saat melepas kontingen di Pangkalan Bun, Rabu, berpesan untuk tetap menjaga kesehatan, kekompakan dan kedisiplinan serta tunjukkan kemampuan terbaiknya.
"Terpenting lagi, jaga nama baik Kotawaringin Barat dengan meraih prestasi yang membanggakan di FBIM," ucapnya.
Festival Budaya Isen Mulang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah setiap tahunnya, sebagai rangkaian memeriahkan Hari Jadi Kalimantan Tengah.
Melalui festival tersebut sebagai wujud nyata dalam pelestarian kebudayaan lokal sekaligus atraksi pariwisata utama, yang mempertemukan kreativitas budaya dari seluruh wilayah Kalteng. Di mana pada tahun ini FBIM akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 16 hingga 24 Mei 2026.
Nurhidayah menyebutkan, ada beberapa cabang kegiatan yang akan diikuti oleh peserta kontingen kobar pada festival tersebut. Diantaranya parade tari pesisir, parade tradisi lisan pantun saloka, lomba mangenta, lomba menjawet uwei, serta delapan lomba cabang olahraga tradisional.
"Sebanyak 100 orang itu terdiri dari peserta dan pendamping dari sejumlah organisasi perangkat daerah," sebutnya.
Baca juga: Empat komoditas di pasar tradisional Pangkalan Bun alami kenaikan
Dia mengungkapkan, dirinya berharap dengan keikutsertaan Kabupaten Kobar dalam festival ini, dapat menjadi wadah untuk mempromosikan kekayaan budaya yang di miliki Kotawaringin Barat.
"FBIM ini tentunya tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah dan wadah untuk memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Kobar di tingkat provinsi," demikian Nurhidayah.
Baca juga: DPRD Kobar ajak semua pihak sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Baca juga: Bupati Kobar: Sensus ekonomi 2026 mandat negara potret perekonomian
Baca juga: Ketua DPRD Kobar berharap pasar seni Kyai Gede dorong pertumbuhan ekonomi