Pelemparan Bom Polsek Rajapolah Coreng Kesucian Ramadhan
Sabtu, 20 Juli 2013 15:52 WIB
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Istimewa
Bandung (ANTARA
News) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pelemparan bom
rakitan di Markas Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu dini
hari, selain menganggu keamanan masyarakat juga telah mencoreng kesucian
pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
"Oh ya, tentunya aksi bom di Polsek Rajapolah itu telah mencoreng kesucian bulan Ramadhan ini," kata Ahmad Heryawan, di Gedung Negara Pakuan Bandung, Sabtu.
Menurut dia, seharusnya bulan suci Ramadhan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang mendamaikan jiwa bukan diisi oleh aktivitas kekerasan atau permusuhan.
"Ini kan bulan suci, hormatilah bulan ini dengan kegiatan yang positif bukan negatif. Dan yang namanya kekerasaan apapun itu dalilnya tetap salah, apalagi yang mengatasnamakan agama. Sangat tidak dibenarkan," kata Heryawan.
Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada lagi.
"Imbauan saya semuanya agar lebih waspada lagi, kalau ada pihak atau sesuatu yang mencurigakan segera laporkan kepada pihak berwajib secepatnya," katanya.
Markas Polsek Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu dini hari dilempar sebuah bom rakitan hingga terjadi ledakan. berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah perwira Polresta Tasikmalaya, ledakan bom rakitan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Pelaku pelemparan bom diduga menggunakan kendaraan sepeda motor yang langsung melarikan diri setelah melemparkan bom ke arah markas Polsek Rajapolah sekitar pukul 01.30 WIB.
Pelemparan bom di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya itu merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Pos Polisi Jalan Mitrabatik, Kota Tasikmalaya, 13 Mei 2013, dilempar bom rakitan oleh seseorang yang akhirnya tewas setelah ditembak anggota Satuan Polisi Lalu Lintas.
"Oh ya, tentunya aksi bom di Polsek Rajapolah itu telah mencoreng kesucian bulan Ramadhan ini," kata Ahmad Heryawan, di Gedung Negara Pakuan Bandung, Sabtu.
Menurut dia, seharusnya bulan suci Ramadhan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang mendamaikan jiwa bukan diisi oleh aktivitas kekerasan atau permusuhan.
"Ini kan bulan suci, hormatilah bulan ini dengan kegiatan yang positif bukan negatif. Dan yang namanya kekerasaan apapun itu dalilnya tetap salah, apalagi yang mengatasnamakan agama. Sangat tidak dibenarkan," kata Heryawan.
Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada lagi.
"Imbauan saya semuanya agar lebih waspada lagi, kalau ada pihak atau sesuatu yang mencurigakan segera laporkan kepada pihak berwajib secepatnya," katanya.
Markas Polsek Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu dini hari dilempar sebuah bom rakitan hingga terjadi ledakan. berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah perwira Polresta Tasikmalaya, ledakan bom rakitan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Pelaku pelemparan bom diduga menggunakan kendaraan sepeda motor yang langsung melarikan diri setelah melemparkan bom ke arah markas Polsek Rajapolah sekitar pukul 01.30 WIB.
Pelemparan bom di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya itu merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Pos Polisi Jalan Mitrabatik, Kota Tasikmalaya, 13 Mei 2013, dilempar bom rakitan oleh seseorang yang akhirnya tewas setelah ditembak anggota Satuan Polisi Lalu Lintas.
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Donald Trump konfirmasi bom seberat 2.000 pon dalam perjalanan menuju Israel
26 January 2025 15:49 WIB, 2025
Rezim Assad jadikan Gunung Qasioun sebagai pabrik bom barel selama perang
02 January 2025 17:52 WIB, 2025
Ancaman bom pada kegiatan wisuda Universitas Katolik Parahyangan Bandung
15 November 2024 15:08 WIB, 2024
Reaksi Pj Gubernur Papua terkait pelemparan bom molotov di kantor media
17 October 2024 14:49 WIB, 2024
Amankan VVIP pada HUT Kemerdekaan di IKN, tim penjinak bom disiagakan
05 August 2024 11:44 WIB, 2024
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Prabowo klaim efisiensi Rp308 triliun, dialihkan untuk dukung program produktif
14 February 2026 0:05 WIB
Dekat pusat ibadah, Danantara siap perluasan investasi lahan kampung haji
13 February 2026 23:57 WIB