Video Tudingan Pengurus PPI Terhadap BIN Dihapus
Minggu, 20 Oktober 2013 14:36 WIB
Kepala BIN, Letnan Jenderal TNI Marciano Norman (www.bin.go.id) Istimewa
Jakarta (ANTARA
News) - Video rekaman diskusi Perhimpunan Pergerakkan Indonesia (PPI)
memuat tudingan penculikan oleh Badan Intelejen Negera (BIN) terhadap
mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Profesor Subur Budhisantoso, telah
dihapus.
Video tersebut, yang sebelumnya dimuat di laman YouTube, ramai dibicarakan di media online dan media sosial sejak Sabtu siang kerena menampilkan salah seorang pengurus PPI menuding BIN menjemput Subur dan melarang dia mengikuti diskusi PPI pada Jumat (18/10).
Keterangan dari YouTube, Sabtu malam, yang dipantau dari Jakarta, menyatakan, video tersebut telah dihapus pemilik akun pengunggah video tersebut.
Subur yang dihubungi langsung Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzukie Alie, untuk ditanyakan hal ini, mengatakan dirinya dalam keadaan sehat dan sedang berada di Pontianak, Kalimantan Barat, untuk urusan kampanye calon legislatif Partai Demokrat.
Kepala BIN, Letnan Jenderal TNI Marciano Norman, telah memberikan klarifikasi, Sabtu malam, informasi mengenai penculikan Subur tidak benar.
"Hal itu sama sekali tidak benar, tidak benar BIN mengambil paksa, menculik dan menjemput paksa Profesor Subur," kata Marciano.
Marciano menambahkan, BIN sama sekali tidak ada kepentingan menjemput Subur dan dirinya sangat menghormati Subur. Marciano juga telah berkomunikasi via telepon selular dengan Subur.
"Saya sudah berkomunikasi dengan beliau, beliau dalam kondisi baik dan sedang berada di Pontianak dalam acara kader dan dalam kondisi sehat wal'afiat," katanya.
Marciano mengatakan, pihaknya akan menempuh upaya hukum jika pemberitaan yang menyebutkan BIN menculik mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Subur Budhisantoso, terus bergulir.
Subur memang dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam diskusi PPI bertema Meritokrasi Politik di Jakarta, Jumat.
Namun, Subur berhalangan hadir pada diskusi itu. Salah satu pengurus PPI yang menjadi moderator diskusi tersebut mengatakan, Subur dijemput BIN pada Jumat pagi dan tidak diperkenankan meninggalkan Kantor BIN pada Jumat siang.
Video tersebut, yang sebelumnya dimuat di laman YouTube, ramai dibicarakan di media online dan media sosial sejak Sabtu siang kerena menampilkan salah seorang pengurus PPI menuding BIN menjemput Subur dan melarang dia mengikuti diskusi PPI pada Jumat (18/10).
Keterangan dari YouTube, Sabtu malam, yang dipantau dari Jakarta, menyatakan, video tersebut telah dihapus pemilik akun pengunggah video tersebut.
Subur yang dihubungi langsung Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzukie Alie, untuk ditanyakan hal ini, mengatakan dirinya dalam keadaan sehat dan sedang berada di Pontianak, Kalimantan Barat, untuk urusan kampanye calon legislatif Partai Demokrat.
Kepala BIN, Letnan Jenderal TNI Marciano Norman, telah memberikan klarifikasi, Sabtu malam, informasi mengenai penculikan Subur tidak benar.
"Hal itu sama sekali tidak benar, tidak benar BIN mengambil paksa, menculik dan menjemput paksa Profesor Subur," kata Marciano.
Marciano menambahkan, BIN sama sekali tidak ada kepentingan menjemput Subur dan dirinya sangat menghormati Subur. Marciano juga telah berkomunikasi via telepon selular dengan Subur.
"Saya sudah berkomunikasi dengan beliau, beliau dalam kondisi baik dan sedang berada di Pontianak dalam acara kader dan dalam kondisi sehat wal'afiat," katanya.
Marciano mengatakan, pihaknya akan menempuh upaya hukum jika pemberitaan yang menyebutkan BIN menculik mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Subur Budhisantoso, terus bergulir.
Subur memang dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam diskusi PPI bertema Meritokrasi Politik di Jakarta, Jumat.
Namun, Subur berhalangan hadir pada diskusi itu. Salah satu pengurus PPI yang menjadi moderator diskusi tersebut mengatakan, Subur dijemput BIN pada Jumat pagi dan tidak diperkenankan meninggalkan Kantor BIN pada Jumat siang.
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Model Helwa Bachmid bongkar derita pernikahannya dengan Habib Bahar: "istri cadangan yang kau telantarkan"
19 November 2025 22:57 WIB
Percepat perbaiki infrastruktur, Paslon Willy-Habib sediakan satu alat berat di tiap kecamatan
21 November 2024 15:32 WIB, 2024
Usai debat, Paslon Willy-Habib yakin bakal jadi pemenang Pilkada Kalteng
21 November 2024 0:05 WIB, 2024
Tim klaim masyarakat Kalteng kian yakin pilih Willy-Habib di pilkada 2024
20 November 2024 17:21 WIB, 2024
Ketua tim: Memilih Willy-Habib ikut berpartisipasi wujudkan perubahan di Kalteng
15 November 2024 17:08 WIB, 2024