Prancis Kibarkan Bendera Setengah Tiang Untuk Mandela
Jumat, 6 Desember 2013 18:01 WIB
Nelson Mandela meninggal dunia pada usia 95 tahun di kediamannya di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Kamis (5/12) setelah sejak lama menderita infeksi paru-paru.(REUTERS/Peter Morey/Photographic/Handout)Ist
Beijing (ANTARA
News) - Semua bendera Prancis akan berkibar setengah tiang sebagai
penghormatan bagi Nelson Mandela, kata Perdana Menteri Prancis Jean-Marc
Ayrault pada Jumat.
"Semua umat manusia berduka," kata Ayrault kepada wartawan di Beijing pada hari kedua lawatannya di China.
Ia memuji mendiang pemimpin anti-pembedaan ras itu sebagai "sosok yang luar biasa".
"Prancis bergabung dalam suasana duka ini, berdiri bersama-sama dengan rakyat Afrika Selatan yang hari ini menangis karena kehilangan sosok hebat," katanya.
Menurut dia, Mandela merupakan simbol kemanusiaan.
"Dia meninggalkan warisan bagi kita. Kita semua bertanggung jawab untuk (menjaganya)," katanya.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan sebelumnya Kepala Pemerintahan Prancis itu mengatakan bahwa selama hidupnya Mandela berjuang dengan berani demi keadilan dan menentang kejahatan pembedaan ras.
"Dengan rasa hormat dan kemanusiaan, saya menundukkan kepala bagi sosok luar biasa ini, yang akan menjadi inspirasi bagi semua umat manusia," katanya.
Ia juga menyebut penerima hadiah Nobel Perdamaian itu telah "menjalankan kepempimpinan dengan bijaksana dan mengusung kejujuran bagi kebersamaan dan rekonsiliasi" dan telah "memandu rakyatnya menuju kemerdekaan dan martabat."
"Perjuangannya menentang rasisme dan bagi kebebasan berjalan tanpa batas serta memberikan dampak secara universal," katanya seperti dilansir kantor berita AFP.
(Uu.T008)
"Semua umat manusia berduka," kata Ayrault kepada wartawan di Beijing pada hari kedua lawatannya di China.
Ia memuji mendiang pemimpin anti-pembedaan ras itu sebagai "sosok yang luar biasa".
"Prancis bergabung dalam suasana duka ini, berdiri bersama-sama dengan rakyat Afrika Selatan yang hari ini menangis karena kehilangan sosok hebat," katanya.
Menurut dia, Mandela merupakan simbol kemanusiaan.
"Dia meninggalkan warisan bagi kita. Kita semua bertanggung jawab untuk (menjaganya)," katanya.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan sebelumnya Kepala Pemerintahan Prancis itu mengatakan bahwa selama hidupnya Mandela berjuang dengan berani demi keadilan dan menentang kejahatan pembedaan ras.
"Dengan rasa hormat dan kemanusiaan, saya menundukkan kepala bagi sosok luar biasa ini, yang akan menjadi inspirasi bagi semua umat manusia," katanya.
Ia juga menyebut penerima hadiah Nobel Perdamaian itu telah "menjalankan kepempimpinan dengan bijaksana dan mengusung kejujuran bagi kebersamaan dan rekonsiliasi" dan telah "memandu rakyatnya menuju kemerdekaan dan martabat."
"Perjuangannya menentang rasisme dan bagi kebebasan berjalan tanpa batas serta memberikan dampak secara universal," katanya seperti dilansir kantor berita AFP.
(Uu.T008)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Murung Raya apresiasi FPTI kibarkan Bendera Merah Putih di Jembatan Merdeka
17 August 2025 15:47 WIB
Legislator Murung Raya ajak warga kibarkan bendera Merah Putih sambut HUT RI ke-79
10 August 2024 14:54 WIB, 2024
DPRD Murung Raya ajak warga kibarkan Merah Putih sebagai wujud cinta pada Tanah Air
10 August 2024 14:37 WIB, 2024
Sekelompok orang kibarkan bendera Bulan Bintang di pagar Kantor Polsek Samalanga
30 March 2024 22:10 WIB, 2024
Bupati ajak masyarakat Gumas kibarkan bendera merah putih selama Agustus
31 July 2022 13:24 WIB, 2022