Ledakan Kuat Guncang Aleppo, Suriah
Jumat, 9 Mei 2014 12:51 WIB
Damaskus (ANTARA
News) - "Beberapa pelaku teror" membom satu hotel di Kota Tua Aleppo di
provinsi di bagian baratlaut Suriah, menghancurkan gedung itu dan
merusak beberapa bangunan bersejarah yang berdekatan, kata stasiun TV
resmi dan kantor berita negara Suriah, SANA, Kamis.
Hotel Carlton hancur ketika gerilyawan meledakkan bom di dalam satu terowongan di bawah bangunan tersebut, kata laporan itu tanpa memberi perincian.
Menurut beberapa laporan media lokal, ledakan tersebut adalah upaya untuk menyerbu daerah yang dikuasai pemerintah di kota itu.
Aleppo, kota terbesar dan pusat ekonomi di Suriah, telah muncul sebagai ajang tempur utama sejak gerilyawan berikrar akan "membebaskannya" dari pasukan pemerintah pada Juni 2012.
Pada Selasa (6/5) pegiat Suriah mengatakan sebanyak 50 petempur pemerintah Suriah tewas ketika gerilyawan, Senin, meledakkan bom di satu terowongan di pos pemeriksaan di provinsi baratlaut negeri tersebut.
Gambar video yang dikirim oleh pendukung oposisi menunjukkan asap tebal dan tembakan ke udara di dekat satu kota kecil.
Kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), yang berpangkalan di Inggris, mengatakan ledakan itu terjadi di dekat kota Maarat An-Numan di Provinsi Idlib, Suriah Baratlaut.
Petempur oposisi berusaha menggulingkan Presiden Bashar al-Assad dan secara rutin melancarkan serangan gerilya terhadap pasukan Bashar, tapi kekuatan ledakan yang terjadi pada Senin itu tidak biasa.
Lebih dari 150.000 orang telah tewas dalam konflik Suriah sejak perlawanan bersenjata meletus pada 2011, demikian Xinhua melaporkan.
(C003)
Hotel Carlton hancur ketika gerilyawan meledakkan bom di dalam satu terowongan di bawah bangunan tersebut, kata laporan itu tanpa memberi perincian.
Menurut beberapa laporan media lokal, ledakan tersebut adalah upaya untuk menyerbu daerah yang dikuasai pemerintah di kota itu.
Aleppo, kota terbesar dan pusat ekonomi di Suriah, telah muncul sebagai ajang tempur utama sejak gerilyawan berikrar akan "membebaskannya" dari pasukan pemerintah pada Juni 2012.
Pada Selasa (6/5) pegiat Suriah mengatakan sebanyak 50 petempur pemerintah Suriah tewas ketika gerilyawan, Senin, meledakkan bom di satu terowongan di pos pemeriksaan di provinsi baratlaut negeri tersebut.
Gambar video yang dikirim oleh pendukung oposisi menunjukkan asap tebal dan tembakan ke udara di dekat satu kota kecil.
Kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), yang berpangkalan di Inggris, mengatakan ledakan itu terjadi di dekat kota Maarat An-Numan di Provinsi Idlib, Suriah Baratlaut.
Petempur oposisi berusaha menggulingkan Presiden Bashar al-Assad dan secara rutin melancarkan serangan gerilya terhadap pasukan Bashar, tapi kekuatan ledakan yang terjadi pada Senin itu tidak biasa.
Lebih dari 150.000 orang telah tewas dalam konflik Suriah sejak perlawanan bersenjata meletus pada 2011, demikian Xinhua melaporkan.
(C003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Betang Mobile tumbuh kuat di 2025, perkuat transformasi digital Bank Kalteng
21 January 2026 8:11 WIB
Praktisi hukum: KUHP-KUHAP berikan perlindungan hukum lebih kuat dan berkeadilan
16 January 2026 16:56 WIB
Pelepasan kontingen MTQH dan Pesparani bukti nyata toleransi kuat di Kobar
13 November 2025 17:40 WIB
Wamenkomdigi: Tata kelola yang kuat adalah kunci AI bermanfaat untuk semua
31 October 2025 15:57 WIB
Tak kuat tahan sakit, terpidana zina di Aceh pingsan saat dicambuk 100 kali
30 October 2025 19:08 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Donald Trump tolak hak kembali warga Palestina dalam rencananya untuk Gaza
11 February 2025 9:13 WIB