
Prabowo yakin koalisi kuat, sambil berkelakar "PKB harus diawasi terus"

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto dalam bagian penghujung Taklimat Awal Tahun 2026 yang disampaikan di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, menegaskan koalisi partai pendukung pemerintah kuat.
Terlepas dari itu, Prabowo lanjut berkelakar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar harus diawasi terus.
Baca juga: Prabowo nyatakan target Zero Defect MBG berlaku mulai 2026
"Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih," ujar Prabowo seraya menutup sesi taklimatnya untuk Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Selasa siang.
PKB, sebelum bergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintah, sempat berkontestasi dengan Prabowo saat Pilpres 2024. Prabowo, yang berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat masa Pilpres berhadapan dengan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, kemudian pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Pasangan Anies-Muhaimin saat itu diusung oleh PKB, PKS, dan NasDem.
Baca juga: Prabowo beri tugas khusus kepada Seskab, Mensesneg, Menlu, hingga Sufmi Dasco
Namun selepas Pilpres, yang dimenangkan oleh pasangan Prabowo-Gibran, PKB, PKS, dan NasDem menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo. Dalam susunan Kabinet Merah Putih, PKB dan PKS juga mendapatkan jatah kursi, di antaranya Muhaimin, yang merupakan Ketua Umum PKB, saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, sementara itu Prof. Yassierli, yang sekarang menjabat Menteri Ketenagakerjaan, merupakan teknokrat yang diusulkan oleh PKS.
Di Padepokan Garuda Yaksa, Selasa, Presiden Prabowo mengumpulkan seluruh anggota Kabinet Merah Putih, penasihat khusus presiden, staf khusus presiden, dan utusan khusus presiden, kemudian kepala badan, pimpinan lembaga, Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan tiga kepala staf TNI, untuk mengikuti retret yang dijadwalkan berlangsung selama sehari penuh.
Sesi awal retret, yang diisi dengan Taklimat Awal Tahun 2026 oleh Presiden Prabowo berlangsung terbuka, tetapi selepas itu, sesi berikutnya berlangsung tertutup.
Baca juga: Prabowo tandatangani UU penyesuaian pidana, hukuman mati dan ITE diubah
Baca juga: Presiden nyanyikan lagu nasional bersama pengungsi sambut tahun baru
Baca juga: Putin beri ucapan selamat Tahun Baru kepada Prabowo
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
