
Bermalam di lumbung harapan demi senyum petani

Karena kami petani tentu ingin harga beli yang baik. Kita ingin bekerja agar modal dapat kembali, serta tentu memberi keuntungan
Palangka Raya (ANTARA) - Keheningan malam mendadak pecah oleh gelak tawa beberapa orang yang tengah bersantai dan berbincang di sebuah rumah di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Namun, seiring waktu, obrolan santai itu perlahan berubah menjadi diskusi serius mengenai pemetaan wilayah pertanian yang telah memasuki masa panen.
Malam itu, Angga May Chandra bersama tim dari Bulog Kantor Cabang Kapuas bermalam di rumah salah seorang petani setempat. Rutinitas menginap di rumah mitra yang juga merupakan petani tersebut kerap mereka lakukan saat menjalankan tugas penyerapan gabah di lapangan.
“Menginap di kawasan pertanian Kapuas seperti di wilayah Terusan ini biasa kami lakukan agar penyerapan hasil panen bisa maksimal,” ujar Angga, yang menjabat sebagai Asisten Manajer Pengadaan dan Operasi Bulog Kantor Cabang Kapuas.
Menurut Angga, dalam satu kali kegiatan penyerapan gabah, tim biasanya menargetkan hingga sekitar 30 ton gabah, menyesuaikan kemampuan mitra penggilingan.
“Misalnya dalam sehari mampu menyerap sekitar 10 ton, berarti perlu waktu kurang lebih tiga hari hingga terkumpul 30 ton gabah,” katanya.
Dalam proses penyerapan, hasil panen tidak langsung diangkut lalu diolah begitu saja. Gabah terlebih dahulu melalui pemeriksaan kualitas sebelum masuk ke tahapan pengangkutan dari lokasi pertanian, pengeringan, penggilingan, penyortiran, hingga pengemasan. Setelah itu, barulah beras disimpan di gudang dan didistribusikan kepada masyarakat.
Untuk menjadi beras yang siap dimasak di meja makan, ada proses panjang harus dilalui agar hasil panen petani dapat diterima masyarakat dengan kualitas terbaik.
Tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada rangkaian tahapan yang harus dijalani dengan penuh kesabaran oleh para petugas lapangan seperti Angga dan timnya dalam menjemput hasil panen petani.
Menjaga Harga
Sekitar awal Februari tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa harga gabah kering panen yang dibeli dari petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram dan tidak boleh berada di bawah angka tersebut.
Kebijakan itu disambut penuh harapan oleh para petani di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Tengah. Penetapan harga tersebut diharapkan mampu menjaga nilai jual hasil panen petani, sekaligus menekan praktik permainan harga yang kerap terjadi di lapangan.
Seiring dengan harapan itu, Bulog memikul tanggung jawab besar untuk memastikan harga pembelian Rp6.500 per kilogram benar-benar diterapkan dengan baik di tingkat petani.
Tugas tersebut tentu bukan hal mudah, tetapi juga bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan. Di balik kebijakan itu, ada tujuan besar yang ingin dicapai negara, yakni meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sejak kebijakan harga pembelian ditetapkan pemerintah pusat, Kantor Bulog Wilayah Kalimantan Tengah segera membentuk dua tim guna mengoptimalkan penyerapan gabah petani di berbagai daerah, termasuk Kapuas dan sekitarnya.
Tim pertama adalah tim jemput gabah yang bertugas melakukan penyerapan hasil panen sekaligus memastikan harga pembelian tetap berada di angka Rp6.500 per kilogram. Sementara itu, tim kedua merupakan tim monitoring atau pengawasan pengolahan yang bertugas mengawal gabah hasil serapan hingga diproses menjadi beras.
Di sisi lain, Bulog juga terus mendorong para petani bersama penyuluh pertanian dan para pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kualitas gabah yang dihasilkan agar dapat diolah menjadi beras dengan mutu yang baik.

Angga menyampaikan, sejak awal 2026 hingga Mei ini, upaya penyerapan hasil pertanian di wilayah Kapuas dan sekitarnya terus dilakukan secara optimal oleh pihaknya.
“Sepanjang Januari sampai Mei 2026, serapan sudah mencapai sekitar 3.050 ton gabah. Dari jumlah itu, sekitar 2.600 ton berasal dari wilayah Terusan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sejak pemerintah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, Bulog selalu melakukan pembelian sesuai ketentuan tersebut.
Menurut Angga, kebijakan itu juga membawa dampak positif di lapangan. Kini, para pengepul selain Bulog turut membeli gabah petani dengan harga yang lebih baik.
“Alhamdulillah tahun ini hampir tidak ada lagi harga pembelian yang jatuh. Rata-rata sudah di angka Rp6.500, bahkan ada yang mencapai Rp6.700 hingga Rp7.000 per kilogram,” katanya.
Senyum Petani
Para petani di berbagai wilayah Nusantara, termasuk di Kapuas dan Kalimantan Tengah, menaruh harapan besar pada kebijakan penetapan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.
Bagi mereka, berbagai penegasan pemerintah mengenai upaya mewujudkan ketahanan pangan dengan menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas, dipandang sebagai bentuk keberpihakan negara kepada petani.
Karena itu, para petani berharap berbagai kebijakan dan kabar baik yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas wacana, melainkan benar-benar diwujudkan secara nyata di lapangan.
Darmaya, salah seorang petani di wilayah Terusan, Kabupaten Kapuas, mengaku kebijakan penetapan harga beli gabah sebesar Rp6.500 per kilogram sejak Februari 2025 membawa banyak manfaat bagi petani.
Menurutnya, adanya jaminan harga tersebut membuat potensi anjloknya harga gabah oleh para pengepul dapat semakin diminimalkan.
"Karena kami petani tentu ingin harga beli yang baik. Kita ingin bekerja agar modal dapat kembali, serta tentu memberi keuntungan," ucapnya.
Ia pun berharap berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani dapat terus berlanjut dan diimplementasikan dengan baik.
Tidak hanya soal harga, para petani juga berharap adanya peningkatan sarana dan prasarana pertanian, termasuk penguatan daya serap hasil panen, khususnya di Kalimantan Tengah. Dengan begitu, berapa pun hasil panen yang dihasilkan petani, kapan pun waktunya, dan di mana pun lokasinya, dapat terserap secara optimal.
Harga beli hasil panen yang baik bukan hanya menghadirkan senyum bagi para petani, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dan masa depan bangsa.
Baca juga: Bulog Kalteng sudah gelontorkan 1.600 ton beras SPHP jaga stabilitas harga
Baca juga: Bulog Kotim optimalkan serapan gabah sebelum kemarau panjang
Baca juga: Bulog Kotim siap salurkan bantuan pangan KHBS
Baca juga: Bulog telah distribusikan 4 juta liter Minyakita di Kalteng, jaga ketersediaan dan stabilisasi harga
Oleh Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
