Logo Header Antaranews Kalteng

Bulog Kalteng sudah gelontorkan 1.600 ton beras SPHP jaga stabilitas harga

Minggu, 10 Mei 2026 10:49 WIB
Image Print
Petugas menata beras SPHP di posko pengendalian harga pangan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah belum lama ini. ANTARA/Auliya Rahman/agr

Palangka Raya (ANTARA) - Bulog Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini telah menggelontorkan sekitar 1.600 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam upaya menjaga stabilitas harga.

"Distribusi beras SPHP kepada masyarakat terbukti mampu menjaga daya beli masyarakat, sehingga berdampak positif pada stabilitas harga di pasaran," terang Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana di Palangka Raya, Minggu.

Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP di Kalimantan Tengah adalah Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per kemasan lima kilogram. Harga ini lebih murah dibanding harga beras medium umumnya yang rata-rata Rp14.324 per kilogram dan beras premium rata-rata Rp16.899 per kilogram.

Erwin menjelaskan beras SPHP didistribusikan melalui beberapa saluran penjualan, seperti toko-toko mitra di pasar dan di luar pasar, koperasi, hingga Rumah Pangan Kita (RPK). Adapun jumlah mitra SPHP Se-Kalteng mencapai 234 mitra dari berbagai saluran penjualan.

"Juga melalui kegiatan penjualan langsung kepada konsumen dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Pasar Murah bekerja sama dengan instansi pemerintah," terangnya.

Baca juga: Jaga stabilitas suplai BBM, Gubernur Kalteng minta penambahan Fuel Terminal Pertamina

Dia menyampaikan saat ini ketersediaan beras SPHP di wilayah Kalteng mencapai 285.905 kilogram atau 285 ton. Jumlah ini bersifat dinamis, karena secara berkala akan ada penambahan menyesuaikan kebutuhan.

"Target penyaluran SPHP untuk wilayah Kalimantan Tengah pada 2026 ini adalah sebanyak 8.469 ton," tuturnya.

Lebih lanjut Erwin menjabarkan beras SPHP merupakan beras kualitas medium dengan derajat sosoh minimal 95 persen, butir patah maksimal 25 persen, butir menir maksimal 2 persen dan kadar air maksimal 14 persen.

"Beras SPHP ini kualitasnya medium, sehingga memang dari visualnya juga berbeda dengan beras kualitas premium," katanya.

Pihaknya mengimbau bagi toko-toko yang memiliki stok beras untuk dijual langsung kepada masyarakat agar dicek kembali kualitasnya. Apabila kualitas SPHP yang dijual sudah menurun karena penyimpanan maka bisa diretur atau dikembalikan, dengan demikian harapannya beras SPHP yang diterima masyarakat kualitasnya benar-benar sesuai atau terjaga.

Bulog mengingatkan beras yang tersimpan lama tanpa dilakukan proses perawatan yang benar, maka kualitas beras akan berkurang dan memungkinkan munculnya kutu.

Pihaknya menegaskan, Bulog secara rutin melakukan perawatan terhadap beras yang disimpan di gudang, sehingga diharap beras yang disalurkan tetap memiliki kualitas sesuai standar.

Baca juga: Pertamina tegaskan stok BBM Kalteng aman, Pertamax capai 1,172 juta liter

Baca juga: Tanggulangi antrean BBM; Tambah kuota hingga perpanjang jam operasional SPBU

Baca juga: Gubernur Kalteng minta bupati dan wali kota cermat dalam membuat surat edaran



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026