Pemberontak Suriah Terkait Al Qaida Bebaskan Penjaga Perdamaian Fiji
Sabtu, 13 September 2014 14:08 WIB
Dua anggota Front Nusra berbicara di depan pasukan penjaga perdamaian PBB di lokasi yang tidak diketahui dalam gambar yang diambil dari potongan video yang direkam oleh Front Nusra Selasa (9/9). (REUTERS/Nusra Front via Reuters TV) Istimewa
Dataran Tinggi Golan (ANTARA News) - Pemberontak terkait Al Qaida di
Suriah Kamis membebaskan sekelompok 45 orang penjaga perdamaian
Perserikatan Bangsa Bangsa dari Fiji yang mereka culik dua pekan lalu
di Dataran Tinggi Golan, dan mereka dipindahkan ke Israel, kata para
pejabat.
Para petugas Fiji bertugas di Pasukan Pengamat Gencatan Senjata PBB (UNDOF), yang memantau gencatan senjata 1974 antara Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan, lapor AFP.
"Hari ini pada pukul 14.30 waktu setempat, 45 penjaga perdamaian Fiji yang telah ditahan diserahkan kepada UNDOF," kata seorang juru bicara PBB.
"Semua 45 penjaga perdamaian berada dalam kondisi baik," tambahnya, dengan mengatakan mereka akan menjalani pemeriksaan medis.
Tak lama setelah pembebasan para penjaga perdamaian menyeberang dari wilayah Suriah ke (daerah yang diduduki) Israel, kata juru bicara tentara Israel kepada AFP.
"Kami membuka pintu gerbang bagi mereka, mereka berada di Israel," katanya.
Seorang koresponden AFP di tempat kejadian mengatakan mereka dibawa dalam kendaraan PBB ke markas PBB di dekat Quneitra di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Para petugas penjaga perdamaian Fiji ditangkap pada 28 Agustus oleh para pejuang dari Front Al-Nusra yang menyerbu persimpangan Dataran Tinggi Golan dan memaksa mereka untuk menyerahkan senjata mereka.
Pemberontak juga mengepung kelompok kedua pasukan penjaga perdamaian Filipina, yang menolak untuk meletakkan senjata dan berhasil melarikan diri.
Front Al-Nusra mengatakan dalam video Rabu malam bahwa mereka berencana untuk membebaskan pasukan penjaga perdamaian dari Fiji, dan membuang tuntutan untuk bantuan, pembebasan tahanan dan penghapusan kelompok tersebut dari daftar hitam teror PBB.
Seorang penjaga perdamaian Fiji, yang tidak mengidentifikasi dirinya, juga berbicara dalam rekaman itu, membenarkan bahwa kelompok tersebut telah berjanji untuk membebaskan tentara.
"Kami telah diberitahu bahwa kita akan segera dibebaskan dan kami semua sangat senang bisa pulang," katanya.
Penjaga perdamaian tersebut menambahkan bahwa pasukan "semua aman dan masih hidup" dan berterima kasih kepada Front Al-Nusra "karena menjaga kita aman dan tetap hidup."
"Saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami belum disakiti dengan cara apapun," katanya menegaskan.
Penerjemah: Askan Krisna
Para petugas Fiji bertugas di Pasukan Pengamat Gencatan Senjata PBB (UNDOF), yang memantau gencatan senjata 1974 antara Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan, lapor AFP.
"Hari ini pada pukul 14.30 waktu setempat, 45 penjaga perdamaian Fiji yang telah ditahan diserahkan kepada UNDOF," kata seorang juru bicara PBB.
"Semua 45 penjaga perdamaian berada dalam kondisi baik," tambahnya, dengan mengatakan mereka akan menjalani pemeriksaan medis.
Tak lama setelah pembebasan para penjaga perdamaian menyeberang dari wilayah Suriah ke (daerah yang diduduki) Israel, kata juru bicara tentara Israel kepada AFP.
"Kami membuka pintu gerbang bagi mereka, mereka berada di Israel," katanya.
Seorang koresponden AFP di tempat kejadian mengatakan mereka dibawa dalam kendaraan PBB ke markas PBB di dekat Quneitra di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Para petugas penjaga perdamaian Fiji ditangkap pada 28 Agustus oleh para pejuang dari Front Al-Nusra yang menyerbu persimpangan Dataran Tinggi Golan dan memaksa mereka untuk menyerahkan senjata mereka.
Pemberontak juga mengepung kelompok kedua pasukan penjaga perdamaian Filipina, yang menolak untuk meletakkan senjata dan berhasil melarikan diri.
Front Al-Nusra mengatakan dalam video Rabu malam bahwa mereka berencana untuk membebaskan pasukan penjaga perdamaian dari Fiji, dan membuang tuntutan untuk bantuan, pembebasan tahanan dan penghapusan kelompok tersebut dari daftar hitam teror PBB.
Seorang penjaga perdamaian Fiji, yang tidak mengidentifikasi dirinya, juga berbicara dalam rekaman itu, membenarkan bahwa kelompok tersebut telah berjanji untuk membebaskan tentara.
"Kami telah diberitahu bahwa kita akan segera dibebaskan dan kami semua sangat senang bisa pulang," katanya.
Penjaga perdamaian tersebut menambahkan bahwa pasukan "semua aman dan masih hidup" dan berterima kasih kepada Front Al-Nusra "karena menjaga kita aman dan tetap hidup."
"Saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami belum disakiti dengan cara apapun," katanya menegaskan.
Penerjemah: Askan Krisna
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PBB ingatkan ancaman kedaualatan dan integritas Suriah usai keruntuhan rezim Assad
09 January 2025 15:27 WIB, 2025
Rezim Assad jadikan Gunung Qasioun sebagai pabrik bom barel selama perang
02 January 2025 17:52 WIB, 2025
Warga Suriah di Turki berbondong-bondong kembali ke negeranya pasca jatuhnya rezim
10 December 2024 10:33 WIB, 2024
Kini warga Suriah pencari suaka di Jerman miliki kesempatan kembali ke negaranya
10 December 2024 10:15 WIB, 2024