Kasus "Delay" Korean Air Terus Dimasalahkan
Selasa, 16 Desember 2014 13:42 WIB
Eksekutif Korean Air Cho Hyun-ah (kiri) yang juga anak dari bos maskapai Korea Selatan itu meminta maaf atas perlakuan dia terhadap seorang pramugara maskapai itu (Reuters) Istimewa
Seoul (ANTARA News) - Kementerian Perhubungan Korea Selatan hari ini
menyatakan akan melaporkan mantan eksekutif Korean Air ke para penuntut
atas prilakunya yang membuat pesawat tertunda terbang (delay) gara-gara mantan eksekutif ini tidak senang pada cara dia dilayani awak kabinnya.
Menurut Reuters, kemungkinan kasus ini menjadi kasus pidana.
Seorang pejabat kementerian itu mengatakan penyelidikan mereka telah menyimpulkan bahwa si mantan eksekutif, Heather Cho, terbukti berprilaku sewenang-wenang kepada awak kabin dalam insiden yang terjadi di bandara John F. Kennedy di New York itu.
Cho juga disebut-sebut bisa melanggar ketentuan penerbangan.
Cho adalah anak perempuan dari bos Korean Air. Dia sudah mengundurkan diri dari segala jabatannya pekan lalu gara-gara insiden ini, demikian Reuters.
Menurut Reuters, kemungkinan kasus ini menjadi kasus pidana.
Seorang pejabat kementerian itu mengatakan penyelidikan mereka telah menyimpulkan bahwa si mantan eksekutif, Heather Cho, terbukti berprilaku sewenang-wenang kepada awak kabin dalam insiden yang terjadi di bandara John F. Kennedy di New York itu.
Cho juga disebut-sebut bisa melanggar ketentuan penerbangan.
Cho adalah anak perempuan dari bos Korean Air. Dia sudah mengundurkan diri dari segala jabatannya pekan lalu gara-gara insiden ini, demikian Reuters.
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AKBP Didik dicopot dari jabatan Kapolres Bima Kota terkait dugaan kasus narkoba
12 February 2026 17:22 WIB
Penuhi panggilan KPK, Khofifah jadi saksi kasus dana hibah Pokir DPRD Jatim
12 February 2026 17:13 WIB
Bapperida Pulang Pisau ingatkan penyediaan air bersih indikator kebutuhan dasar
12 February 2026 7:26 WIB
Panti Asuhan Barokah Palangka Raya terus tingkatkan kesejahteraan dan pendidikan anak asuh
11 February 2026 23:28 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Donald Trump sebut dirinya dan Putin sepakat hentikan perang di Ukraina
13 February 2025 8:17 WIB, 2025