Logo Header Antaranews Kalteng

Kemenekraf dorong penerbitan Indonesia mendunia

Jumat, 13 Februari 2026 13:57 WIB
Image Print
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di Jakarta, Kamis (20/2/2025). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong partisipasi industri penerbitan Indonesia di forum global untuk memperkenalkan buku-buku berkualitas yang layak dikonsumsi dunia dan memicu semangat industri penerbitan Indonesia memiliki daya tawar terhadap pasar internasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan keikutsertaan penerbit Indonesia Kreatifafa di forum global dapat menjadi peluang strategis untuk memasarkan hak cipta buku-buku karya kreator Indonesia sekaligus membangun jaringan dengan penerbit maupun distributor internasional.

“Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat dukungan seperti apa Kreatifafa hadir tak sebatas untuk pasar lokal, melainkan juga tembus ke internasional dengan gabungan konten edukatif dan pendekatan visual interaktif dalam bentuk pop-up book yang sungguh menarik,” ungkap Irene dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Penerbit dan studio kreatif Kreatifafa resmi terpilih sebagai peserta Istanbul Publishing Fellowship Program 2026 di Turki. Kementerian Ekraf meyakini keikutsertaan delegasi Indonesia ke Turki bisa turut mempelajari teknologi dan tren baru subsektor penerbitan secara global.

Program Istanbul Publishing Fellowship yang diadakan 10-12 Februari di Istanbul, Turki merupakan forum global bergengsi yang mempertemukan para pemimpin, inovator, dan kreator dari berbagai negara untuk membangun kolaborasi lintas budaya serta masa depan pendidikan lintas generasi.

Ajang Istanbul Publishing Fellowship 2026 menjadi pasar hak cipta (copyright market) bergengsi yang diselenggarakan oleh Turkish Press and Publishers Copyright & Licensing Society (TBYM) dengan dukungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki.

Kementerian Ekraf menilai program ini mampu mempertemukan kolaborasi penerbit global untuk perkenalan potensi industri kreatif, khususnya subsektor penerbitan Tanah Air.

Sementara itu, CEO Kreatifafa Fatchul Hidayah Clairine Yuzlar menekankan bahwa misi besar Kreatifafa dibawa pada forum ini untuk membuka peluang kerja sama global bidang literasi dan pendidikan anak dari buku pop-up anak yang tak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat nilai kreativitas yang menjual.

“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk bertemu dengan banyak tokoh dari berbagai negara sekaligus berbagi cerita tentang Indonesia. Istanbul Fellowship menjadi langkah strategis untuk membuktikan bahwa karya anak bangsa memiliki standar kualitas yang setara, bahkan mampu bersaing di pasar global,” ucap Fatchul Hidayah.

Tahun lalu tepatnya bulan Juni, Wamen Ekraf Irene meresmikan kantor baru perusahaan penerbitan yang fokus pada produksi buku anak bertema edukasi dan keislamaan seperti Kreatifafa di Sleman, Yogyakarta. Sejumlah hak cipta judul buku dari Kreatifafa pun sudah dibeli dari negara Arab Saudi dan Jerman.Berarti, buku-buku anak terbitan Kreatifafa yang tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris mampu menjawab kebutuhan literasi anak secara global.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026