Logo Header Antaranews Kalteng

Kemenekraf prioritaskan rehabilitasi ekraf pascabencana Sumatera

Kamis, 22 Januari 2026 22:07 WIB
Image Print
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja dan program Kementerian Ekonomi kreatif tahun 2025 dengan realisasi anggaran mencapai Rp391 miliar serta rencana program kerja tahun 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp416 miliar. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif memasukkan rehabilitasi pascabencana Sumatera untuk mendukung program prioritas Presiden sebagai sasaran tambahan ke dalam program kerja 2026.

'Program 2026 juga dirancang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap program prioritas Presiden, termasuk rehabilitasi rekonstruksi pascabencana, pengentasan kemiskinan, MBG, koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat dan ketahanan pangan,' kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam raker Kemenekraf bersama Komisi VII DPR yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.

Riefky mengatakan program strategis ekraf tahun 2026 yang berkaitan dengan rehabilitasi pascabencana tidak dalam bentuk infrastruktur namun membangkitkan kembali industri kreatif di lokasi pasca bencana.

Dalam hal ini, Kemenekraf akan bekerja sama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) Pascabencana Sumatera.

Riefky mengatakan pada tahun 2026 Kemenekraf memiliki anggaran belanja program sebesar Rp 57 miliar, dari total pagu anggaran setelah realokasi direktif presiden sebesar Rp 416 miliar.

Anggaran direktif presiden yang sebesar Rp 111 miliar nantinya akan dikomunikasikan kembali apakah bisa digunakan untuk program berkaitan dengan ekraf atau non ekraf di daerah pasca bencana.

Kemenekraf juga telah melakukan finalisasi pembentukan Dinas Ekraf gabungan yang diharapkan pada tahun 2027 tercapai 27 provinsi dan 87 kabupaten/kota memiliki Dinas Ekraf.

Kolaborasi dan penguatan regulasi akan menjadi komitmen Kemenekraf dalam peningkatan kualitas industri kreatif Indonesia serta perluasan pasar agar posisi Indonesia dilihat mata dunia.

Saat ini sudah ada 60 naskah kerjasama yang telah ditandatangani Kemenekraf dengan berbagai mitra strategis baik dalam maupun luar negeri.

'Selain penguatan kelembagaan dan regulasi, fondasi ekonomi kreatif juga perlu diperkuat dengan penguatan kolaborasi baik dalam maupun luar negeri. Kolaborasi yang dilakukan dengan pendekatan Hexahelix melibatkan pemerintah, lembaga, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, media, komunitas dan asosiasi serta pelaku bisnis untuk memperkuat ekosistem dari hulu hingga hilir,' kata Riefky.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026