Logo Header Antaranews Kalteng

Kemenekraf dukung pendaftaran tumpeng sebagai kekayaan intelektual Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026 11:05 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sejumlah warga mengusung nasi tumpeng dan berbagai hasil bumi saat berlangsungnya tradisi sedekah bumi dan sadran Ki Mandung, di Ungaran, Kabupaten Semarang. Tradisi tahunan yang digelar pada Jumat Wage atau Jumat Kliwon dan telah berlangsung sejak ratusan tahun itu sebagai wujud syukur warga kepada Tuhan atas hasil bumi selama ini. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ed/nz/13.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendukung upaya untuk menjadikan hidangan tumpeng dan karya gastronomi Indonesia yang lain sebagai kekayaan intelektual guna mendorong peningkatan ekonomi kreatif daerah.

Saat menerima perwakilan Indonesia Gastronomy Community (IGC) di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (19/2), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai kekhasan tumpeng bisa menjadi fondasi kuat untuk mengembangkannya menjadi kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) gastronomi nasional.

"Di Kementerian Ekonomi Kreatif, kami mendorong agar kekayaan budaya dapat menjadi IP yang bisa dikomersialisasikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta pada Jumat.

Kemenekraf mendukung upaya IGC selaku inisiator pengembangan ekosistem gastronomi Indonesia berbasis riset, kurasi, dan penguatan kekayaan intelektual.

Komunitas yang dibentuk tahun 2020 ini antara lain berfokus pada penguatan merek gastronomi Indonesia, pengembangan IP kuliner Nusantara, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gastronomi.

"IGC adalah komunitas yang mencintai makanan, minuman, budaya, dan filosofi gastronomi," kata Ria Musiawan selaku ketua umum IGC periode 2023–2026.

"Kami ingin tumpeng semakin dikenal dan dipahami maknanya sebagai simbol persatuan. Kami berharap hari ini menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret," ia menambahkan.

Dalam pertemuan dengan pejabat Kemenekraf, IGC mengusulkan upaya untuk meningkatkan UMKM kuliner, membangun Gastronomy Creative Hub dan model pameran berbasis pengalaman, mengintegrasikan gastronomi dalam agenda promosi ekonomi kreatif, serta mengembangkan model gastronomi berbasis dampak sosial melalui edukasi pangan lokal.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu mengapresiasi konsistensi IGC dalam mengangkat kekayaan kuliner berbasis sejarah dan budaya.

Yuke menekankan pentingnya penguatan kurasi dan penceritaan dalam upaya untuk meningkatkan daya saing produk kuliner Indonesia.

"Tradisi pertumpengan dapat menjadi pilot project yang menunjukkan bahwa kekayaan budaya kita memiliki potensi nilai tambah yang besar untuk komersialisasi IP gastronomi nasional," katanya.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026