Logo Header Antaranews Kalteng

Pemerintah cabut izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati terkait kekerasan seksual

Jumat, 8 Mei 2026 14:41 WIB
Image Print
Kapolresta Pati Kombes Pol. Jaka Wahyudi, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto, Kepala Kemenag Pati Ahmad Syaiku, serta Kepala UPTD PPA Dinsos P3AKB Pati Hartono menunjukkan barang bukti kasus pencabulan pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jateng, di Mako Polresta Pati, Kamis (7/5/2026). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.)

Pati (ANTARA) - Kementerian Agama telah mencabut izin operasional Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyusul kasus dugaan kekerasan seksual oleh pengasuh lembaga pendidikan itu terhadap santriwati.

"Kami tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelaku tindak kekerasan seksual," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Pati Ahmad Syaiku di sela konferensi pers penangkapan tersangka AS di Mapolresta Pati, Kamis.

Ia mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut hingga menetapkan tersangka.

Baca juga: Darurat kekerasan seksual di sekolah harus ditindak tegas

"Kami sangat mengapresiasi atas cepat tanggap dalam melaksanakan penyelidikan dan Alhamdulillah tersangka sudah ditetapkan. Ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk melindungi anak-anak kita," ujarnya.

Ahmad mengaku prihatin atas terjadinya kasus tersebut karena mencederai citra pesantren sebagai lembaga pembentukan karakter dan pendidikan islami.

Sebagai tindak lanjut, Kemenag telah melakukan verifikasi faktual dan evaluasi kepatuhan terhadap pondok pesantren pada 4 Mei 2026. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar rekomendasi pencabutan izin operasional.

Baca juga: Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua

Ia menambahkan izin operasional Pondok Pesantren Ndolo Kusumo resmi dicabut sejak 5 Mei 2026.

Selain itu, Kemenag juga memastikan keberlangsungan pendidikan para santri tetap berjalan.

Tercatat terdapat 252 santri di ponpes tersebut yang terdiri atas jenjang Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP, hingga Madrasah Aliyah (MA).

"Pada tanggal 2 dan 3 Mei 2026, seluruh santri sudah dipulangkan kepada orang tua masing-masing dan pembelajaran dilakukan secara daring," ujarnya.

Baca juga: Legislator Kotim dorong ponpes di wilayah rawan buaya ajukan proposal bantuan

Kemenag juga akan melakukan asesmen terhadap seluruh santri pada pekan depan untuk menentukan proses pemindahan mereka ke pondok pesantren maupun madrasah lain.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas di pengadilan.

Pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, AS (51) berhasil ditangkap di Masjid Agung Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis pagi.

Tersangka melarikan diri setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan pada Senin (4/5), sehingga Polresta Pati berencana melayangkan surat pemanggilan kedua pada 7 Mei 2026.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026