
BPBD Kotim kekurangan selang pemadam kebakaran

Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menghadapi kendala keterbatasan selang pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla), karena jumlah peralatan yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan operasional di lapangan.
“Yang kami butuhkan sekarang dan kondisinya terbatas itu pada unit selang pelempar. Stok di kami sekarang itu tinggal 46 buah ukuran 1,5 inci dan itu belum memadai untuk operasional lapangan, khususnya saat penanganan darurat berlangsung dalam waktu cukup lama,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Jumat.
Ia menjelaskan, dengan jumlah yang ada saat ini, daya dukung peralatan dinilai belum ideal apabila terjadi kebakaran dalam skala luas dan berlangsung berhari-hari.
Keterbatasan tersebut menjadi tantangan serius karena satu unit kendaraan motor tank memerlukan sekitar 15 hingga 20 selang untuk menunjang proses pemadaman.
Menurutnya, penggunaan selang dalam operasi penanganan karhutla juga memiliki masa pakai yang cukup terbatas.
Dalam kondisi operasi tanggap darurat, peralatan itu umumnya hanya mampu bertahan selama 10 hingga 15 hari, terutama jika digunakan secara intensif di medan gambut yang umumnya lebih sulit untuk dipadamkan ditambah jika lokasinya sulit dijangkau.
“Selang satu setengah inci tinggal 46, sementara satu unit motor tank itu membutuhkan sekitar 15 sampai 20 selang. Biasanya dalam operasi tanggap darurat hanya bertahan 10 sampai 15 hari,” jelasnya.
Multazam melanjutkan, kondisi kekurangan peralatan tersebut telah disampaikan dalam rapat koordinasi teknis penanganan karhutla bersama pemerintah daerah.
Baca juga: Lahan pembangunan Yonif TP 923 Mentaya mulai disiapkan
Menindaklanjuti hal itu, Bupati Kotim meminta BPBD melakukan pemetaan kebutuhan anggaran guna mendukung penambahan sarana pemadaman.
“Bupati sudah memerintahkan kami untuk melakukan mapping anggaran,” ungkapnya.
Selain pemetaan kebutuhan, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan percepatan perubahan anggaran melalui APBD agar pengadaan peralatan pemadam bisa segera direalisasikan.
Langkah itu dilakukan melalui koordinasi dengan Penjabat Sekretaris Daerah serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
“Ada usulan percepatan perubahan APBD bersama Pj Sekda dan BKAD. Mudah-mudahan bisa mengisi kebutuhan selang pemadam,” ujarnya.
Di sisi lain, BPBD Kotim juga terus memperkuat sistem penanganan karhutla melalui koordinasi lintas instansi. Penanganan di lapangan dilakukan melalui posko terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah hingga dukungan dari tingkat provinsi dan nasional.
Ia menerangkan, di tingkat kabupaten terdapat posko komando yang berfungsi mengatur pergerakan personel dan distribusi penanganan di lapangan. Sementara di tingkat kecamatan dan desa dibentuk pos lapangan untuk mempercepat respons ketika terjadi kebakaran.
“Dengan dukungan peralatan serta penguatan koordinasi antar instansi kita berharap dapat meningkatkan efektivitas penanganan karhutla di Kotim, terutama menjelang musim kemarau yang rawan memicu peningkatan titik api di sejumlah wilayah,” demikian Multazam.
Baca juga: Disdik Kotim petakan ulang sebaran SMP
Baca juga: Dishub Kotim gunakan ketok sasis otomatis untuk tingkatkan keamanan data KIR
Baca juga: Kepala KSOP Sampit tegaskan sanksi Tersus dan TUKS pelanggar aturan
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
