Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kotim siapkan lahan demi Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 4 Juni 2026 17:48 WIB
Image Print
Disdik Kotim bersama sejumlah OPD terkait mendampingi Tim dari Kemendikdasmen meninjau lahan yang diusulkan untuk pembangunan SNT beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Disdik Kotim.

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pendidikan setempat menyiapkan lahan sebagai langkah awal dalam mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Pengusulan SNT itu diperlukan luas lahan sekitar 20 hektare dan sudah dipersiapkan, kata Kepala Disdik Kotim Yolanda Lonita Fenisia di Sampit, Kamis.

"Lokasi lahannya di kawasan Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang," tambah dia.

Dikatakan, SNT adalah model kawasan pendidikan modern yang disiapkan pemerintah untuk memeratakan mutu pendidikan nasional. SNT menyediakan jenjang pendidikan dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu sistem tata kelola dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Meski memiliki konsep yang mirip, namun SNT ini berbeda dengan Sekolah Rakyat (SR). Perbedaan tersebut mulai dari kementerian yang menaunginya sampai dengan sasaran peserta didiknya dan ketentuan teknis lainnya.

SNT merupakan program dari Kemendikdasmen, sedangkan SR merupakan program dari Kementerian Sosial (Kemensos).SR diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan 2), sedangkan SNT ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat secara inklusif, tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi.

"SNT didalamnya ada SD, SMP sampai SMA, memang hampir mirip SR, tapi yang membedakan itu sasarannya. Kalau SR itu kan desil 1 dan desil 2, kalau SNT itu terbuka bagi peserta didik dari keluarga desil menengah dan kelompok rentan," jelasnya.

Lebih lanjut, mengenai pemilihan lokasi di kawasan Jalan Sawit Raya yang diusulkan untuk pembangunan SNT tersebut didasarkan pada pertimbangan matang mengenai kepadatan penduduk dan keterbatasan fasilitas pendidikan tingkat menengah.

Saat ini, wilayah tersebut hanya memiliki satu sekolah menengah pertama, yaitu SMP Negeri 8, yang harus menampung lulusan dari beberapa sekolah dasar di sekitarnya.

Pemerintah daerah memperhitungkan radius ideal pembangunan sekolah baru ini berkisar antara delapan hingga sepuluh kilometer dari kawasan pemukiman warga. Kehadiran SNT diharapkan dapat memecah konsentrasi kepadatan siswa dan memberikan akses pendidikan yang lebih merata di wilayah tersebut.

Proses pengusulan program strategis dari pemerintah pusat ini masih terus berjalan, dan Disdik Kotim kini sedang menantikan arahan serta informasi lebih lanjut. Kepastian mengenai waktu pelaksanaan pembangunan fisik masih bergantung pada keputusan dari kementerian terkait.

Baca juga: Disdik Kotim dorong sekolah perkuat pencitraan

Ia juga mengungkapkan, bahwa pihak Direktorat SMA Kemendikdasmen juga telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) lapangan beberapa minggu yang lalu. Hasil verval tersebut akan menjadi penentu utama apakah lahan seluas 20 hektare yang diusulkan telah memenuhi seluruh kriteria teknis.

"Kami mengusulkan satu SNT ke Kemendikdasmen, sejauh ini pihak Direktorat SMA baru turun verval beberapa minggu lalu jadi kami masih menunggu terkait penetapan hasil oleh tim apakah lokasi yang diusulkan memenuhi persyaratan," beber Yolanda.

Pihaknya berharap usulan ini mendapat hasil yang positif dari Kemendikdasmen. Kehadiran SNT ini diharapkan mampu membawa kemajuan signifikan bagi dunia pendidikan di Kotawaringin Timur melalui penambahan satuan pendidikan baru. Penambahan daya tampung ini dinilai sangat mendesak, mengingat pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

Melalui pembangunan sekolah satu atap ini, jarak tempuh anak-anak dari rumah menuju tempat belajar, dapat dipangkas secara signifikan. Hal ini juga mendukung penerapan sistem zonasi yang mengutamakan penerimaan peserta didik tinggal paling dekat dengan lingkungan sekolah.

"Harapannya kalau SNT ini dibangun di Kotim, maka pendidikan akan semakin maju, dengan adanya penambahan satuan pendidikan kita harap dapat menampung jumlah peserta didik, apalagi daerah Jenderal Sudirman itu kawasannya cukup luas dengan pemukiman padat," demikian Yolanda.

Baca juga: Pemkab Kotim dorong hilirisasi kelapa dalam

Baca juga: Pemkab Kotim siapkan reformasi kelembagaan OPD

Baca juga: Kotim perkuat akurasi data geospasial untuk perencanaan pembangunan



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026