
Disdik Kotim petakan ulang sebaran SMP

Sampit (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melakukan pemetaan ulang terhadap sarana dan prasarana pendidikan, menyusul masih belum meratanya keberadaan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah setempat.
“Kalau SD masih tercukupi, hanya SMP yang masih ada kendala karena sebarannya tidak sebanyak SD,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia di Sampit, Kamis.
Yolanda menjelaskan, bahwa secara umum kebutuhan sekolah dasar (SD) masih dapat terpenuhi. Hal ini didukung fasilitas pendidikan yang cukup memadai,
Namun kondisi berbeda terjadi pada jenjang SMP yang jumlahnya belum tersebar merata di seluruh wilayah, khususnya di daerah luar perkotaan. Kondisi ini menyebabkan tak sedikit siswa harus menempuh jarak lebih jauh untuk melanjutkan pendidikan.
Oleh karena itu, pihaknya masih terus melakukan kajian dan pemetaan karena pertumbuhan jumlah penduduk dinilai berpengaruh langsung terhadap kebutuhan ruang belajar dan jumlah sekolah.
“Untuk wilayah utara kami masih melakukan pemetaan lagi karena pertumbuhan jumlah penduduk mempengaruhi jumlah peserta didik,” ujarnya
Menurut Yolanda, peningkatan jumlah penduduk di sejumlah wilayah turut berdampak terhadap bertambahnya jumlah peserta didik setiap tahun.
Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan fasilitas pendidikan dapat mengikuti perkembangan tersebut agar akses pendidikan tetap terjangkau.
Perbedaan cakupan layanan pendidikan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan belum meratanya akses pendidikan lanjutan.
“Selama ini, layanan pendidikan PAUD dan SD umumnya tersedia hingga tingkat desa, sedangkan SMP berada dalam cakupan kecamatan sehingga tidak semua desa memiliki sekolah lanjutan pertama,” lanjutnya.
Baca juga: Dishub Kotim gunakan ketok sasis otomatis untuk tingkatkan keamanan data KIR
Kondisi tersebut membuat sebagian siswa harus keluar dari desa tempat tinggal mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Bahkan, tidak sedikit pelajar yang harus menempuh perjalanan cukup jauh hingga ke wilayah lain untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMA.
“Keadaan ini membuat banyak siswa harus keluar desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, bahkan hingga SMA,” jelasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Disdik Kotim akan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh sarana pendidikan di wilayah utara maupun selatan.
Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan riil di lapangan, termasuk potensi pembangunan sekolah baru maupun penambahan fasilitas pendukung pendidikan.
Selain melakukan pemetaan, pemerintah daerah juga mulai membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kotim guna membantu penyediaan sarana pendidikan di wilayah sekitar perusahaan.
Melalui langkah tersebut, Disdik Kotim berharap pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah dapat terus ditingkatkan sehingga anak-anak usia sekolah, baik di perkotaan maupun pedesaan memperoleh kesempatan belajar yang sama.
“Ke depan kami akan berkolaborasi dengan pihak perkebunan untuk mendukung sarana pendidikan. Kami juga berharap kedepannya seluruh anak di Kotim dapat memperoleh kesempatan belajar yang sama dan layanan pendidikan yang layak,” demikian Yolanda.
Baca juga: Kepala KSOP Sampit tegaskan sanksi Tersus dan TUKS pelanggar aturan
Baca juga: Kunjungi Sampit, Kepala Distrik Navigasi Banjarmasin ajak tingkatkan keselamatan pelayaran
Baca juga: Kodim Sampit perkuat sinergi antisipasi karhutla lewat latihan gabungan
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
