
Wali Kota Palangka Raya pastikan Pertamina tambah stok BBM

Palangka Raya (ANTARA) - Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Fairid Naparin memastikan, Pertamina menambahkan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax guna menjamin ketersediaan pasokan bahan bakar yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di kota setempat terpenuhi.
"Kemarin mendekati tengah malam dalam keputusan rapat, Pertamina memastikan menambah pasokan BBM Pertamax menjadi 205 Kilo Liter (KL) per hari, dari pasokan dua hari sebelumnya 170 KL per hari," kata Fairid di Palangka Raya, Jumat malam.
Pernyataan itu diungkapkan Wali Kota Palangka Raya dua periode ini saat dikonfirmasi terkait hasil rapat bersama antara Pemerintah Kota Palangka Raya, Forkopimda, Pertamina dan pengelola SPBU setempat dalam mengatasi antrean panjang pengisian BBM di SPBU jenis pertalite dan Pertamax sejak beberapa hari terakhir.
Fairid mengatakan, pada kondisi normal, kebutuhan Pertamax di Palangka Raya dalam sehari memerlukan pasokan sebanyak 190 KL.
"Namun pada dua hari di awal Mei, stok Pertamax hanya terkirim 150 KL dan dalam dua hari terakhir dibantu depo Banjarmasin, Pertamina menambah stok Pertamax menjadi 170 KL," katanya.
Baca juga: Tanggulangi antrean BBM; Tambah kuota hingga perpanjang jam operasional SPBU
Meski telah ada penambahan stok 20 KL per hari, jumlah itu masih di bawah angka kebutuhan normal 190 KL per hari. Dampaknya, antrean pengisian BBM di seluruh SPBU di Kota Palangka Raya hingga saat ini belum terurai.
"Hasil rapat kami mengambil titik tertinggi kebutuhan di Palangka Raya adalah 215 KL per hari, yakni pada saat Ramadhan. Maka kita juga minta Pertamina terus menerus dan memenuhi kebutuhan BBM diangka 205 KL per hari untuk Pertamax. Di sisi lain, untuk Pertalite, Pertamina menjamin stok aman sesuai kebutuhan," kata Fairid.
Dalam rangka mengatasi antrean panjang pengisian BBM di Kota Palangka Raya, seluruh SPBU wajib melaksanakan jam operasional mulai pukul 06.00 WIB pagi sampai pukul 01.00 WIB dini hari.
"Selain itu, nanti sudah ada tambahan empat SPBU yang operasional 24 jam. Satu SPBU di jalan Tjilik Riwut KM 12 dan tiga lainnya sedang kita koordinasikan dan hari ini sudah siap operasional 24 jam. Nanti akan kita umumkan lokasinya," kata Fairid.
Selanjutnya, Wali Kota Palangka Raya juga meminta SPBU memaksimalkan atau mengaktifkan seluruh dispenser atau alat pengisian pengaktifan BBM yang dimiliki masing-masing pengelola.
"Untuk pengaturan lalulintas dan antrean pengisian BBM di sekitar SPBU, baik motor maupun mobil, dibantu pemerintah bersama unsur forum komunikasi pemerintah daerah (Forkopimda) seperti TNI dan Polri," katanya.
Kemudian, bagi motor yang mengantre pertalite atau BBM bersubsidi, untuk sementara tidak perlu menggunakan barcode dan berlangsung hingga kondisi antrean pengisian bahan bakar di SPBU normal kembali. Namun untuk mobil, pengisian BBM bersubsidi tetap menggunakan barcode.
"Kita target segera kembali normal. Dua hari akan kita lakukan evaluasi berkala dan berkelanjutan. Bagi pihak-pihak yang tidak melaksanakan hasil rapat pemerintah juga akan melakukan evaluasi khusus dan tegas," kata Fairid Naparin.
Dia pun berharap seluruh pihak terkait, terutama Pertamina untuk memastikan komitmen penambahan kuota BBM yang disepakati dalam rapat terpenuhi. Pihak SPBU juga wajib melaksanakan keputusan rapat karena kondisi antrean pengisian BBM yang terus membludak harus segera ditangani hingga kondisi normal kembali.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Kalteng Pertamina Patra Niaga Donny Prasetya mengatakan bahwa kebutuhan normal di Palangka Raya per hari di angka 190 KL pada BBM jenis Pertamax.
"Memang kemarin ada keterlambatan suplai Pertamax. Namun untuk Pertalite kondisi distribusi tersedia dengan stok aman," katanya.
Donny mengatakan, di awal Mei pihaknya fokus pada peningkatan stok, sehingga pada 4 Mei ada perbantuan penambahan dari Banjarmasin. Hasilnya, dari pengiriman stok di awal Mei yang di angka 150 KL per hari menjadi 170 KL pengiriman per hari.
"Memang sebelumnya ada pada awal Mei ada pengurangan pengiriman stok dari 190 KL per hari menjadi 150 KL per hari. Namun kami tetap berkomitmen menambah stok sehingga kemarin ketersediaan kita per hari menjadi 170 KP. Mulai hari ini dan seterusnya akan kita banjiri stoknya di angka 205 KL untuk Pertamax. Kalau untuk Pertalite aman tidak ada masalah stok," katanya.
Donny menjelaskan, berdasarkan evaluasi pihaknya saat ini, penyebab terjadinya antrean panjang pengisian BBM, di antaranya terdapat peningkatan pembelian secara bersamaan baik untuk Pertalite maupun Pertamax.

Sementara itu, sejak beberapa hari terakhir, belasan SPBU di Kota Palangka Raya, baik di dalam kota maupun di SPBU arah luar kota dipadati masyarakat yang antre mengisi BBM.
Motor dan mobil berjajar menunggu giliran layanan pengisian bahan bakar, baik jenis Pertamax maupun Pertalite.
Ada yang satu jam bahkan ada juga hingga empat jam lebih masyarakat harus mengantre. Kadang di bawah panas terik dan bahkan di bawah guyuran hujan lebat. Sejak dini hari sebelum SPBU buka, bahkan hingga mendekati tengah malam, masyarakat dengan tertib dan segala dinamikanya tetap menunggu giliran pengisian BBM.
Jalan di sekitar SPBU yang memiliki tiga lajur pun menyempit menjadi satu lajur yang bisa digunakan pengendara lain melintas karena dua lajur lainnya digunakan warga yang menggunakan motor dan mobil mengantre pengisian BBM.
Tak hanya masyarakat biasa yang antre, pegawai negeri, pegawai swasta, pedagang, pengusaha angkutan hingga ojek online juga harus mengantre berjam-jam untuk memastikan bahan bakar kendaraan yang dimiliki terisi.
Tidak adanya alternatif pengisian BBM yang biasanya ada di warung yang menjual eceran, menjadikan warga was-was karena bisa saja kendaraan mogok di jalan akibat kehabisan bahan bakar.
Keadaan ini pun menjadi pemerintah dan aparat turun tangan melakukan pengamanan, pengaturan antrean serta lalu lintas guna memastikan kondisi di sekitar SPBU aman dan lancar.
Baca juga: Ketua PWI Kalteng berharap Pertamina mampu atasi antrean panjang BBM
Baca juga: Panggil pihak terkait, Gubernur Kalteng evaluasi distribusi BBM
Baca juga: Pertamina tegaskan antrean BBM di Palangka Raya bukan disebabkan kelangkaan
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
