
Pemimpin umat Katolik Kalteng dikenal tenang dan tak mudah terprovokasi

Palangka Raya (ANTARA) - Sejumlah akademisi di Kalimantan Tengah memberikan tanggapan dan penilaian terhadap Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF selaku Uskup Keuskupan Palangka Raya, sekaligus pemimpin tertinggi imam serta umat Katolik di daerah setempat selama 25 tahun.
Akademi Universitas Palangka Raya Prof Petrus Poerwadi di Palangka Raya, Jumat, mengatakan Mgr Aloysius merupakan sosok pemimpin yang sangat tenang dalam melihat sekaligus memutuskan berbagai persoalan di internal maupun eksternal gereja Katolik.
"Mgr Aloysius tentu banyak tahu persoalan yang sedang terjadi, bukan hanya tentang umat dan gereja Katolik, tetapi juga daerah ini. Walau begitu, beliau mau berkomentar jika memang tidak diminta. Beliau tetap tenang," ucapnya.
Selain itu, menurut Prof Petrus, Uskup Keuskupan Palangka Raya ini juga sangat dikenal sebagai pendengar yang baik, sehingga dalam membuat atau mengambil keputusan, selalu melihat dari berbagai sisi dan menyejukkan.
"Saya melihat, ketenangan dan pendengar yang baik itu membuat Mgr Aloysius tidak mudah terprovokasi. Kami tidak pernah mendengar ataupun mengetahui Mgr membuat pernyataan yang kontroversial atau memicu perdebatan bagi umat Katolik maupun umat lainnya," tandas Prof Petrus.
Akademisi lainnya yang juga Dosen Pasca Sarjana di Universitas Palangka Raya Dr FX Manesa, melihat sosok Mgr Aloysius sebagai low profile dan high quality. Hal itu terlihat dari kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kesahajaan, tidak menonjolkan diri, dan menghindari perhatian secara berlebihan.
"Padahal intelektual dan prestasi Mrg Aloysius sangat banyak. Tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional. Itu tidak pernah beliau tunjukkan," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, sekalipun Mgr Aloysius merupakan pemimpin tertinggi dan sangat didengar oleh Umat Katolik di Kalteng, tidak pernah sekalipun dimanfaatkan untuk kepentingan politik, baik itu ditingkat legislatif maupun eksekutif.
Baca juga: Gubernur Kalteng dan Uskup Palangka Raya saling sanjung di Episcopal
"Saya tidak pernah mendengar atau mengetahui Mgr Aloysius, sekalipun sudah 25 tahun sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik di Kalteng, memberikan pernyataan secara terbuka mendukung calon tertentu. Beliau tetap pada porsinya sebagai imam dan penyejuk," kata Manesa.
Pernyataan dua akademisi ini disampaikan pada saat Talkshow Kreatif bertajuk "Dari Benih Menjadi Pohon: Menghidupkan Memori di Masa Lampau, Mensyukuri Masa Sekarang, dan Menatap Masa Depan Penuh Harapan", yang menjadi bagian dari rangkaian Pesta Perak Tahbisan Uskup Palangka Raya, Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka.
Mgr Aloysius pun mengaku terharu melihat antusiasme seluruh lapisan masyarakat, khususnya umat Katolik dalam menyambut Pesta Perak tahbisannya. Apalagi pesta perak itu diisi berbagai acara yang bermanfaat, sekaligus dihadiri sejumlah pejabat.
"Saya sendiri tidak membayangkan akan dirayakan sampai seperti ini. Secara spontan patut kita syukuri, kita harus lebih bersyukur lagi karena apa yang kita alami lebih dari yang kita harapkan," demikian Mgr Aloysius.
Baca juga: Keuskupan Palangka Raya bangun 'Rumah Marilah Kita Berdoa' di Katolik Center
Baca juga: Uskup Palangka Raya dukung pembentukan Pemuda Katolik di kabupaten se-Kalteng
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
