Muara Teweh (Antara Kalteng) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah selaku mitra pemerintah diminta mengembangkan seni kriya untuk meningkatkan produk ekonomi yang kreatif.

"Raker diharapkan menghasilkan berbagai kebijakan konstruktif bagi pengembangan seni kriya, sehingga mampu menjadi suatu aktivitas ekonomi kerakyatan yang memberi nilai lebih kepada para pelaku seni kriya di daerah ini," kata Bupati Barut, Nadalsyah saat membuka rapat kerja Dekaranasda di Muara Teweh, Kamis.

Menurut Nadalsyah, Dekranasda merupakan lembaga independen yang bersifat nirlaba sebagai wadah keberadaan insan yang peduli pada produk kriya. Sejak didirikan secara resmi pada tanggal 3 Maret 1980 yang lalu.

Dekranasda telah mampu mempertahankan dan meningkatkan perannya sebagai mitra pemerintah dalam membina seni kriya.

"Seni kriya merupakan salah satu perwujudan budaya luhur bangsa Indonesia yang wajib dijaga serta dipelihara kelestariannya sebagai bentuk tanggung jawab mengelola harmoni kehidupan yang senantiasa selaras dengan alam," kata dia.

Bupati Nadalsyah mengatakan saat ini seni kriya tidak hanya merupakan perwujudan seni budaya luhur, tetapi telah menjadi jenis produk dalam ruang lingkup ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan. Dewan kerajinan nasional mencatat dalam sebuah publikasinya bahwa nilai ekspor produk kriya Indonesia ke pasar dunia mencapai nilai Rp8-9 triliun.

"Karenanya saya meminta agar rapat kerja kali ini dapat menghasilkan berbagai kebijakan yang konstruktif bagi pengembangan seni kriya di Kabupaten Barito Utara sehingga mampu menjadi suatu aktivitas ekonomi kerakyatan yang memberi nilai lebih kepada para pelaku seni kriya di daerah ini," ucapnya.

Dia menegaskan bahwa komitmen dirinya untuk tetap dan senantiasa mendukung keberadaan Dekrasnasda sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan seni kriya di Kabupaten Barito Utara di berbagai aspeknya.

"Selamat melaksanakan rapat kerja daerah semoga segala usaha dan upaya kita senantiasa mendapat rahmat dan hidayah Allah SWT," kata Nadalsyah.

Ketua Harian Dekranasda Barito Utara Elpi Epanop mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan rapat kerja ini untuk merumuskan program pokok Dekranasda Kabupaten Barito Utara periode kepengurusan 2013-2018.

Sinkronisasi dan koordinasi program segenap pemangku kepentingan seperti pemerintah, dekranasda, pengrajin dan sektor swasta dalam rangka mengembangkan kerajinan dan ekonomi kreatif di Kabupaten Barito Utara.

Terlebih menghadapi Asean Economic Comunity (MEA) yang penuh persaingan dan tantangan, maka harus bertekad terus belajar dan meningkatkan kemampuan dan kreatifitas.

Maka anggota dan pengurus Dekranasda untuk membina perajin, menggali, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya lokal, memotivasi dan mendorong semangat berwira usaha dan menciptakan wirausaha baru di Barut, kata Elpi Epanop.