Pemkab Kotim Siapkan 400 Ekor Sapi Jelang Idul Fitri
Selasa, 28 Juni 2016 19:46 WIB
Ilustrasi, Sapi (FOTO ANTARA Kalteng/Norjani)
Sampit (Antara Kalteng) - Pemerintah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyiapkan sedikitnya 400 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan daging pada hari raya Idul Fitri.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur I Made Dirkantara di Sampit, Selasa, mengatakan jumlah tersebut bisa bertambah jika permintaan pasar meningkat.
"Sapi tersebut didatangkan oleh pedagang dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Ujung Pandang dan juga dari NTB. Kita hanya sebagai pemantau saja," tambahnya.
Pemantauan dan pengawasan dilakukan untuk memastikan kondisi sapi benar-benar sehat dan terbebas dari penyakit seperti cacing hati maupun antraks.
"Kalau untuk antraks, tidak pernah ditemukan di Kotawaringin Timur. Namun, bila cacing hati masih pernah ditemukan. Meski demikian kita tetap waspada," ungkapnya.
Untuk memudahkan pengawasan, para pedagang yang mendatangkan sapi dari luar daerah diwajibkan melapor ke DP3KP.
Hal itu dilakukan agar kesehatan sapi dapat terpantau. Dan sesuai aturan bahwa sapi tersebut harus ASUH yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal.
"Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai unit yang memproduksi daging sapi harus selalu diawasi dan dibina untuk memproduksi daging yang ASUH," ucapnya.
Kotawaringin Timur hanya memiliki satu RPH dengan kemampuan memotong 8-10 ekor sapi setiap harinya sehingga dimungkinkan ada pemotongan sapi di luar RPH, misalkan di masjid dan sejumlah tempat lainya.
"Sapi yang dipotong diluar RPH tetap wajib dilaporkan ke DP3KP. Hal ini dilakukan agar, kesehatan daging sapi yang beredar di pasaran Kotawaringin Timur tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya," terangnya.
Untuk harga, Made mengatakan bahwa saai ini, harga daging sapi di Kotawaringin Timur masih tinggi, yakni Rp130.000 perkilogram dan diperkirakan akan naik mendekati menjelang Idul Fitri.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur I Made Dirkantara di Sampit, Selasa, mengatakan jumlah tersebut bisa bertambah jika permintaan pasar meningkat.
"Sapi tersebut didatangkan oleh pedagang dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Ujung Pandang dan juga dari NTB. Kita hanya sebagai pemantau saja," tambahnya.
Pemantauan dan pengawasan dilakukan untuk memastikan kondisi sapi benar-benar sehat dan terbebas dari penyakit seperti cacing hati maupun antraks.
"Kalau untuk antraks, tidak pernah ditemukan di Kotawaringin Timur. Namun, bila cacing hati masih pernah ditemukan. Meski demikian kita tetap waspada," ungkapnya.
Untuk memudahkan pengawasan, para pedagang yang mendatangkan sapi dari luar daerah diwajibkan melapor ke DP3KP.
Hal itu dilakukan agar kesehatan sapi dapat terpantau. Dan sesuai aturan bahwa sapi tersebut harus ASUH yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal.
"Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai unit yang memproduksi daging sapi harus selalu diawasi dan dibina untuk memproduksi daging yang ASUH," ucapnya.
Kotawaringin Timur hanya memiliki satu RPH dengan kemampuan memotong 8-10 ekor sapi setiap harinya sehingga dimungkinkan ada pemotongan sapi di luar RPH, misalkan di masjid dan sejumlah tempat lainya.
"Sapi yang dipotong diluar RPH tetap wajib dilaporkan ke DP3KP. Hal ini dilakukan agar, kesehatan daging sapi yang beredar di pasaran Kotawaringin Timur tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya," terangnya.
Untuk harga, Made mengatakan bahwa saai ini, harga daging sapi di Kotawaringin Timur masih tinggi, yakni Rp130.000 perkilogram dan diperkirakan akan naik mendekati menjelang Idul Fitri.
Pewarta : Untung Setiawan
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Domino naik kelas jadi cabor, Legislator Kotim dorong sosialisasi aturan baru
05 April 2026 6:46 WIB
Insan pers dan Minamas bersinergi tingkatkan peran dukung pembangunan di Kotim
04 April 2026 22:36 WIB
DPRD Kotim tekankan penerapan WFH ASN tetap utamakan kepuasan layanan publik
02 April 2026 14:05 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Timur
Lihat Juga
Domino naik kelas jadi cabor, Legislator Kotim dorong sosialisasi aturan baru
05 April 2026 6:46 WIB
Insan pers dan Minamas bersinergi tingkatkan peran dukung pembangunan di Kotim
04 April 2026 22:36 WIB
DPRD Kotim tekankan penerapan WFH ASN tetap utamakan kepuasan layanan publik
02 April 2026 14:05 WIB