
Bupati sambut rencana pembangunan Universitas Muhammadiyah di Barito Timur

Palangka Raya (ANTARA) - Bupati Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah (Kalteng) M Yamin menyambut baik rencana pembangunan Universitas Muhammadiyah di wilayahnya sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Bupati Barito Timur, melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Sabtu menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut dan menilai kehadiran perguruan tinggi akan memberikan dampak besar bagi pembangunan daerah.
“Insya Allah kami sangat mendukung. Kehadiran perguruan tinggi ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada kemajuan daerah, termasuk di sektor ekonomi dan pelayanan publik, untuk lokasi Universitas mari nanti kita lihat dari berbagai sisi pertimbangan” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa rencana tersebut sejalan dengan program pemerintah provinsi, salah satunya program satu rumah satu sarjana.
“Program ini sejalan dengan kebijakan gubernur, yaitu satu rumah satu sarjana. Artinya, ke depan kita ingin setiap keluarga memiliki akses pendidikan tinggi sehingga kualitas masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa berbagai sektor pembangunan di Barito Timur membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul dan terdidik.
“Kebutuhan tenaga terampil di berbagai sektor terus meningkat. Dengan adanya universitas, kita bisa menyiapkan generasi yang siap menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Sebelumya telah dilaksanakan silaturahmi dan audiensi antara Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) sama Pemerintah Kabupaten Barito Timur, yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, M. Yamin pada Jumat (3/4).
Kegiatan ini turut dihadiri Rektor UMPR dan jajaran, rombongan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kabupaten Barito.
Dalam kesempatan tersebut, pihak UMPR memaparkan rencana pengembangan kampus di wilayah Barito sebagai bagian dari strategi pemerataan pendidikan tinggi di daerah.
Ketua PWM Kalimantan Tengah, Prof. Dr. Ahmad Syar’i, M.Pd menekankan bahwa pembangunan perguruan tinggi Muhammadiyah merupakan bagian dari komitmen pemerataan pendidikan.
“Ini adalah bagian dari kebijakan besar Muhammadiyah dalam pemerataan pendidikan. Solusinya adalah menghadirkan perguruan tinggi di berbagai daerah melalui jaringan Muhammadiyah, termasuk peran PDM di kabupaten/kota sebagai basis penguatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan perguruan tinggi Muhammadiyah di daerah diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi pusat pengembangan ilmu dan kaderisasi.
Rencana pembangunan Universitas Muhammadiyah di Barito Timur diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat daya saing daerah di masa depan.
Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., MAP menegaskan bahwa pembangunan kampus di daerah menjadi solusi atas keterbatasan akses pendidikan yang selama ini masih dirasakan masyarakat.
“Selama ini kesempatan meraih pendidikan tinggi lebih banyak dinikmati mereka yang bisa mengakses ke luar daerah, sementara masyarakat di wilayah dengan akses terbatas seringkali tidak memiliki peluang yang sama. Karena itu, Universitas Muhammadiyah mengambil kebijakan menghadirkan kampus langsung di daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa program ini juga telah mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi, dengan konsep pembangunan kampus di wilayah strategis.
“Tujuannya agar masyarakat di daerah memiliki standar kualifikasi pendidikan yang baik, sehingga mampu menjadi subjek pembangunan, bukan hanya objek. Dengan begitu, kita bisa memperkuat kualitas SDM lokal agar mampu bersaing,” katanya.
Pewarta : _
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026
