Selama Periode Mudik, BNN Pasang Alat Deteksi Narkoba Di Merak
Kamis, 30 Juni 2016 10:54 WIB
Ilustrasi, Lonjakan Penyeberang Di Pelabuhan Merak. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww/16)
Merak (Antara Kalteng) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten dan Direktorat Narkoba Polda Banten memasang alat deteksi narkoba jenis GT-200 di Pelabuhan Merak selama Lebaran.
"Pemasngan alat itu guna mengantisipasi masuknya penyeludupan narkoba dan bom," kata Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Banten Ajun Komisaris Besar Agus Mulyana di Merak, Rabu.
Pemasangan alat deteksi tersebut berada di Pelabuhan Merak selama H-7 sampai H+7 Lebaran.
Selama ini, jalur penyeberangan rawan dijadikan tempat penyelundupan barang-barang haram itu.
Sebab, mereka para bandar narkoba sudah tidak melalui jalur Bandara Soekarno-Hatta.
Karena itu, pemasangan alat GT-2000 dapat mendeteksi penyelundupan narkoba antarpulau yang melintasi Pelabuhan Merak.
"Jika seseorang membawa narkoba itu maka dapat terdeteksi alat itu," katanya.
Menurut dia, saat ini para bandar narkoba lebih memilih jalur pelabuhan dibandingkan bandara.
Saat ini, peredaran narkoba di wilayah Banten meningkat karena belum lama ini telah mengamankan sabu-sabu seberat 2,5 kilogram dengan tiga tersangka.
Pengungkapan narkoba jenis sabu-sabu itu ditangkap di wilayah Kabupaten Tangerang.
Kemungkinan momen pada Hari Raya itu dimanfaatkan para bandar narkoba antarpulau dengan melintasi Pelabuhan Merak.
Sebab, petugas terkosentrasi dengan pengamanan Lebaran.
"Kami optimistis alat deteksi itu dapat membantu petugas BNN untuk menangkap pelaku barang haram itu," ujarnya.
"Pemasngan alat itu guna mengantisipasi masuknya penyeludupan narkoba dan bom," kata Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Banten Ajun Komisaris Besar Agus Mulyana di Merak, Rabu.
Pemasangan alat deteksi tersebut berada di Pelabuhan Merak selama H-7 sampai H+7 Lebaran.
Selama ini, jalur penyeberangan rawan dijadikan tempat penyelundupan barang-barang haram itu.
Sebab, mereka para bandar narkoba sudah tidak melalui jalur Bandara Soekarno-Hatta.
Karena itu, pemasangan alat GT-2000 dapat mendeteksi penyelundupan narkoba antarpulau yang melintasi Pelabuhan Merak.
"Jika seseorang membawa narkoba itu maka dapat terdeteksi alat itu," katanya.
Menurut dia, saat ini para bandar narkoba lebih memilih jalur pelabuhan dibandingkan bandara.
Saat ini, peredaran narkoba di wilayah Banten meningkat karena belum lama ini telah mengamankan sabu-sabu seberat 2,5 kilogram dengan tiga tersangka.
Pengungkapan narkoba jenis sabu-sabu itu ditangkap di wilayah Kabupaten Tangerang.
Kemungkinan momen pada Hari Raya itu dimanfaatkan para bandar narkoba antarpulau dengan melintasi Pelabuhan Merak.
Sebab, petugas terkosentrasi dengan pengamanan Lebaran.
"Kami optimistis alat deteksi itu dapat membantu petugas BNN untuk menangkap pelaku barang haram itu," ujarnya.
Pewarta : Mansyur
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina: 90 SPBU di Kalimantan siap layani kebutuhan BBM periode mudik Lebaran
12 March 2026 5:23 WIB
Presiden tetapkan kepemimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan periode 2026-2031
23 February 2026 15:29 WIB
Spektakuler! Gebyar Undian Taheta Bank Kalteng XXIX 2025 memukau bersama Padi Reborn
08 February 2026 8:25 WIB
Menuju puncak Gebyar Undian Taheta Bank Kalteng Periode XXIX bersama Padi Reborn
04 February 2026 17:13 WIB
Wabup Bartim periode 2013-2018 meninggal, Bupati beserta sejumlah pejabat melayat
28 January 2026 15:01 WIB
Usai terpilih, Rahmanto umumkan struktur DPW PKB Kalteng Periode 2026--2031
25 January 2026 0:35 WIB