Pasokan Ikan Laut di Seruyan Berkurang
Jumat, 26 Januari 2018 19:47 WIB
Ilustrasi - Nelayan menjemur ikan asin kembung. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Kuala Pembuang (Antaranews Kalteng) - Pasokan ikan laut di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dari nelayan setempat berkurang jumlahnya karena cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
"Ikan laut mulai kurang karena banyak nelayan yang tidak berani melaut akibat cuaca buruk," kata salah satu pedagang ikan di Pasar Sayur dan Ikan (SAIK) Kuala Pembuang Yati (37) di Kuala Pembuang, Jumat.
Pantauan di lapangan, kalau biasanya ikan laut yang tersedia jenis dan jumlahnya cukup banyak seperti Kakap Merah, Kerapu, Kembung, Tenggiri hingga Bulu-Bulu.
Namun, saat ini ikan laut yang dijual pasar hanya ikan laut jenis Senangin dan Tongkol serta udang laut. Itu pun jumlahnya sangat sedikit. Selebihnya ikan yang dijual pedagang adalah ikan sungai atau ikan tambak seperti Gabus, Bandeng, Nila, Patin dan udang sungai.
Kemudian, berkurangnya pasokan ini membuat harga ikan dan udang mengalami kenaikan berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogramnya untuk setiap jenisnya.
"Warga sebenarnya lebih memilih ikan laut kalau memang ada ikan laut, tapi karena pasokan sedikit dan jenisnya juga tidak banyak, jadi mereka akhirnya membeli ikan sungai," katanya.
Sementara, salah seorang nelayan pesisir asal Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Abuk (41) mengatakan, saat ini sebagian besar nelayan yang memiliki kapal ukuran kecil memang tidak berani melaut karena cuaca buruk.
"Kalau pun ada nelayan yang masih beraktivitas menangkap ikan, itu dilakukannya di sungai terdekat saja untuk bertahan hidup," katanya.
Sambil menunggu cuaca membaik, banyak nelayan yang mengisi aktivitas dengan merawat kebun dan ternak serta memperbaiki jaring atau kapal yang mulai rusak.
"Karena kondisi cuaca sulit diprediksi jadi kami hanya bisa menunggu, dan kami akan melaut lagi apabila cuaca sudah kembali reda," katanya.
"Ikan laut mulai kurang karena banyak nelayan yang tidak berani melaut akibat cuaca buruk," kata salah satu pedagang ikan di Pasar Sayur dan Ikan (SAIK) Kuala Pembuang Yati (37) di Kuala Pembuang, Jumat.
Pantauan di lapangan, kalau biasanya ikan laut yang tersedia jenis dan jumlahnya cukup banyak seperti Kakap Merah, Kerapu, Kembung, Tenggiri hingga Bulu-Bulu.
Namun, saat ini ikan laut yang dijual pasar hanya ikan laut jenis Senangin dan Tongkol serta udang laut. Itu pun jumlahnya sangat sedikit. Selebihnya ikan yang dijual pedagang adalah ikan sungai atau ikan tambak seperti Gabus, Bandeng, Nila, Patin dan udang sungai.
Kemudian, berkurangnya pasokan ini membuat harga ikan dan udang mengalami kenaikan berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogramnya untuk setiap jenisnya.
"Warga sebenarnya lebih memilih ikan laut kalau memang ada ikan laut, tapi karena pasokan sedikit dan jenisnya juga tidak banyak, jadi mereka akhirnya membeli ikan sungai," katanya.
Sementara, salah seorang nelayan pesisir asal Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Abuk (41) mengatakan, saat ini sebagian besar nelayan yang memiliki kapal ukuran kecil memang tidak berani melaut karena cuaca buruk.
"Kalau pun ada nelayan yang masih beraktivitas menangkap ikan, itu dilakukannya di sungai terdekat saja untuk bertahan hidup," katanya.
Sambil menunggu cuaca membaik, banyak nelayan yang mengisi aktivitas dengan merawat kebun dan ternak serta memperbaiki jaring atau kapal yang mulai rusak.
"Karena kondisi cuaca sulit diprediksi jadi kami hanya bisa menunggu, dan kami akan melaut lagi apabila cuaca sudah kembali reda," katanya.
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekda Gunung Mas: Paskibraka membentuk pribadi tangguh dan bertanggung jawab
14 April 2026 16:25 WIB
Pemkab Barut tekankan peran TBBR dalam pelestarian adat dan pembangunan daerah
26 January 2026 16:28 WIB
Pangdam XXII Tambun Bungai terima penyerahan pasukan dari Pangdam XII Tanjungpura
10 September 2025 18:36 WIB