Buntok (Antaranews Kalteng) - Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menambah toko/warung tempat pelaksanaan program warung pajak atau "rujak".

"Kita menambah tiga warung makan lagi tempat pelaksanaan program warung pajak tersebut," kata Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Buntok, Muhammad Rafie, dalam pers rilis di Buntok, Minggu.

Dengan bertambahnya jumlah warung makan tersebut, maka tempat pelaksanaan program "rujak" yang tujuannya untuk menyebarkan tentang informasi perpajakan itu bertambah menjadi tujuh warung makan di dalam kota Buntok ini.

Ada pun tempat dilaksanakannya program tersebut, yakni warung makan, atau resto yang terkenal, dan ramai dikunjungi masyarakat di antaranya seperti Ikan Bakar Rif`ah, Bebek Pak Ndut, Bakmi Raja, dan Depot Ayam.

"Untuk memperluas program ini, kita menambah tiga warung makan lagi sebagai tempat dilaksanakannya program tersebut yakni Warung Baksoku, dan 2 warung Martabak Lebaksiu sehingga totalnya hingga Februari ini menjadi 7 warung makan," ujarnya.

Ia mengatakan, program ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan pajak kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang perpajakan sambil menikmati kuliner.

Karena lanjut Muhammad Rafie, tujuan dari program ini untuk mengubah kesadaran masyarakat tentang pajak dengan menghadirkan pajak pada kehidupan masyarakat dengan slogan "Sambil Makan Ingat Pajak".

"Setiap bulan, kita akan menambah jumlah warung pajak lainnya khususnya yang ada didalam kota Buntok ini," katanya.

Dengan demikian diharapkan ke depannya semua warung dalam kota Buntok yang berjuluk Kota Batuah ini bisa menjadi tempat dilaksanakannya program warung pajak.

Pihaknya mempunyai program lain seperti kartu VIP yang diluncurkan pada 2018 dan sejumlah program yang telah diluncurkan pada 2017.

"Seperti program Duta Pajak, Canvasing, Sehat Bersama, siaran, dan kuis di radio, tegas pajak, temu, dan dengar pajak, Taxjil On The Street, serta malam penghargaan pajak," jelas dia.

Melalui program-program yang baru maupun yang lama tersebut diharapkan bisa mewujudkan Barito Selatan bersama sadar pajak (Barito Selatan Bersajak).

"Untuk mewujudkan itu semua, kami tidak bisa sendiri, dan diperlukan sinergi dengan semua stakeholder yang ada di daerah ini," demikian Muhammad Rafie.




Pewarta : Bayu Ilmiawan
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026