Logo Header Antaranews Kalteng

Disdik Palangka Raya dorong sekolah rujukan jadi pusat replikasi pembelajaran digital

Kamis, 15 Januari 2026 16:00 WIB
Image Print
Para guru yang selama ini mengajar menggunakan sistem Sekolah Rujukan Google di Kota Palangka Raya. ANTARA/Adi Wibowo

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Diadik) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menegaskan pengembangan Sekolah Rujukan Google diarahkan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, bukan semata mengejar predikat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, menyusul dikukuhkannya SDN 5 Menteng sebagai Sekolah Rujukan google.

“Sekolah rujukan ini kami dorong menjadi pusat replikasi praktik baik pembelajaran digital bagi sekolah-sekolah lain. Jadi manfaatnya tidak berhenti di satu sekolah saja,” kata Aprae Vico Ranan di Palangka Raya, Kamis.

Dengan penetapan tersebut, SDN 5 Menteng menjadi sekolah ketiga di Palangka Raya yang menyandang status Sekolah Rujukan Google setelah SMPN 6 Palangka Raya dan SDN 4 Menteng. Keberadaan sekolah-sekolah tersebut dinilai strategis dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi di tingkat daerah.

Aprae menjelaskan, predikat Sekolah Rujukan Google merupakan pengakuan atas konsistensi sekolah dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran, tata kelola, serta budaya belajar. Di SDN 5 Menteng, pemanfaatan Chromebook dan Google Workspace for Education telah mendukung proses belajar mengajar yang kolaboratif dan adaptif.

Menurut dia, Disdik Kota Palangka Raya secara berkelanjutan memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah rujukan, mulai dari penyediaan infrastruktur teknologi hingga peningkatan kompetensi guru melalui sertifikasi pendidik Google.

“Target utama kami adalah pemerataan mutu. Sekolah rujukan akan menjadi penggerak bagi sekolah lain agar siap bertransformasi sesuai dengan kesiapan masing-masing,” katanya.

Pemerintah Kota Palangka Raya berharap, penguatan peran sekolah rujukan tersebut dapat mempercepat terwujudnya pendidikan yang inklusif, modern, dan berdaya saing, dengan transformasi digital yang dimulai dari jenjang pendidikan dasar.

Baca juga: DPRD Palangka Raya bentuk pansus bahas LHP BPK RI semester II 2025

Baca juga: Api mengamuk, sembilan kios di Palangka Raya ludes terbakar

Baca juga: Peran masyarakat Kota Palangka Raya dalam mitigasi bencana



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026