Benarkah konsumsi keju sebabkan masalah jantung?
Senin, 10 September 2018 12:51 WIB
Ilustrasi (Foto: pexels.com/ NastyaSensei Sens)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Ada kabar baik bagi penyuka keju. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, lemak jenuh dalam produk seperti susu dan keju tidak akan membuat Anda lebih rentan untuk menderita masalah jantung di masa mendatang.
Untuk sampai pada temuan itu, peneliti melibatkan 2907 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dan meneliti mereka selana 22 tahun. Pada awal studi, tidak ada partisipan yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.
Para peneliti mempelajari konsentrasi asam lemak dalam plasma orang-orang ini. Kemudian, mereka mempelajarinya lagi setelah enam tahun dan 13 tahun berikutnya.
Hampir 2.428 orang tercatat meninggal pada akhir penelitian. Dari jumlah ini, ada 833 orang yang meninggal karena penyakit kardiovaskular.
Peneliti menyimpulkan, mereka yang tingkat asam lemaknya tercatat lebih tinggi, lebih rendah resikonya mengalami kematian akibat stroke.
"Temuan kami tidak hanya mendukung, tetapi juga secara signifikan memperkuat, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa lemak susu, bertentangan dengan kepercayaan populer, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau kematian pada orang dewasa yang lebih tua," kata Marcia Otto, penulis utama studi.
Dia menambahkan, selain tidak berkontribusi pada kematian, temuan studi juga menunjukkan bahwa satu asam lemak dalam susu dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, terutama dari stroke. Demikian seperti dilansir Independent dan Indian Express.
Untuk sampai pada temuan itu, peneliti melibatkan 2907 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dan meneliti mereka selana 22 tahun. Pada awal studi, tidak ada partisipan yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.
Para peneliti mempelajari konsentrasi asam lemak dalam plasma orang-orang ini. Kemudian, mereka mempelajarinya lagi setelah enam tahun dan 13 tahun berikutnya.
Hampir 2.428 orang tercatat meninggal pada akhir penelitian. Dari jumlah ini, ada 833 orang yang meninggal karena penyakit kardiovaskular.
Peneliti menyimpulkan, mereka yang tingkat asam lemaknya tercatat lebih tinggi, lebih rendah resikonya mengalami kematian akibat stroke.
"Temuan kami tidak hanya mendukung, tetapi juga secara signifikan memperkuat, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa lemak susu, bertentangan dengan kepercayaan populer, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau kematian pada orang dewasa yang lebih tua," kata Marcia Otto, penulis utama studi.
Dia menambahkan, selain tidak berkontribusi pada kematian, temuan studi juga menunjukkan bahwa satu asam lemak dalam susu dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, terutama dari stroke. Demikian seperti dilansir Independent dan Indian Express.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Suplemen kesehatan jantung yang perlu dihindari menurut rekomendasi para ahli
22 February 2026 22:25 WIB
Salmon panggang dan sayuran hijau jadi menu makan malam terbaik untuk jantung
11 December 2025 17:56 WIB
Kunjungi RSUD Doris Sylvanus, Wamenkes prioritaskan dokter jantung seluruh daerah di Kalteng
10 December 2025 21:42 WIB
Ahli ungkap teknik pertolongan pertama untuk penanganan darurat henti jantung
10 December 2025 13:06 WIB