Logo Header Antaranews Kalteng

Waspadai gejala jantung wanita mirip kecemasan

Kamis, 5 Maret 2026 13:03 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pemeriksaan kesehatan jantung. ANTARA/Pixabay/am.

Jakarta (ANTARA) - Kecemasan kronis dan kelelahan dini yang tidak dapat dijelaskan, dalam beberapa kasus, dapat menjadi manifestasi awal dari penyakit jantung yang kurang disadari utamanya pada wanita.

Ditulis laman Hindustan Times, Rabu (4/3) seorang ahli kardiologi intervensi di Rumah Sakit Saifee Dr. Mustafa Taskeen, mengatakan wanita memiliki gejala jantung yang tidak lazim, berbeda dari pria, bahkan beberapa di antaranya tampak seperti gejala psikologis.

Gejala pada wanita seringkali tidak khas dan masalah yang berkaitan dengan jantung tidak selalu muncul sebagai nyeri dada yang hebat dan menusuk.

Sebaliknya, gejalanya dapat muncul sebagai kelelahan yang terus-menerus, sesak napas, ketidaknyamanan ringan di dada, mual, pusing, atau bahkan perasaan cemas atau gelisah yang samar.

"Kelelahan yang terus-menerus, penurunan toleransi olahraga, gangguan tidur, sesak napas, atau perasaan tidak nyaman yang samar dapat mendahului kejadian jantung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan,” demikian penjelasan ahli jantung tersebut.

Ia mengatakan kecemasan seringkali berasal dari sensasi fisik. Gejala angina mikrovaskular yang berhubungan dengan jantung, seperti kelelahan ekstrem, sesak napas, ketidaknyamanan dada, dan sensasi tubuh yang tidak biasa, dapat sangat mirip dengan kecemasan.

Akibatnya, beberapa wanita mungkin salah didiagnosis menderita kecemasan alih-alih masalah jantung yang mendasarinya diidentifikasi.

"Hubungan antara kecemasan kronis dan penyakit jantung juga bersifat dua arah,” tegas Dr. Taskeen.

Pada kondisi ini, arteri koroner yang lebih kecil tidak berfungsi dengan baik, meskipun arteri utama mungkin tampak normal pada tes standar seperti angiografi. Gejala juga lebih umum terjadi pada wanita, terutama sekitar atau setelah menopause.

Meskipun faktor psikologis berperan, kecemasan juga merupakan respons tubuh terhadap perubahan halus dalam fungsi jantung.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026