Diet berbasis pangan nabati bantu cegah gagal jantung
Sabtu, 17 November 2018 12:54 WIB
Ilustrasi - Jantung (thinkstock)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Pola makan sehat dan diet berbasis pangan nabati bisa membantu mencegah terjadinya gagal jantung, kata Susianto Tseng, doktor gizi alumnus Universitas Indonesia yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Indonesia Vegetarian Society (IVS).
"Perubahan gaya hidup termasuk dalam hal diet dan pola makan sehat membantu perawatan dan pencegahan kasus gagal jantung," kata Susianto di Jakarta, Sabtu.
Mengutip laporan terbaru Aggarwal, M. Bozkurt B., dan Panjrat G. mengenai modifikasi gaya hidup untuk mencegah dan menangani gagal jantung dalam dalam Journal of the American Collage of Cordiology, Susianto menjelaskan bahwa para peneliti menganalisis pengaruh pola hidup seperti manajemen berat badan dan nutrisi pada risiko gagal jantung.
Baca juga: Terapi untuk pasien jantung koroner
Baca juga: Benarkah suara bising bisa picu serangan jantung?
"Pola makan atau diet yang buruk, kebiasaan olahraga yang kurang, dan stres, semuanya berkontribusi langsung pada risiko terjadinya gagal jantung," katanya.
Sedangkan olahraga cukup, manajemen stres yang baik, dan pola makan berbasis nabati efektif, ia melanjutkan, bisa menurunkan risiko terjadinya gagal jantung.
Ia menyarankan para ahli kesehatan mengintegrasikan edukasi soal nutrisi dan olahraga dalam praktik klinis untuk mencegah gagal jantung maupun merawat pasien yang terlanjur mengalaminya.
Gagal jantung atau payah jantung merupakan suatu keadaan ketika jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dalam jumlah memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme.
Dalam upaya mencegah dan menanggulangan penyakit jantung dan pembuluh darah, Kementerian Kesehatan menyosialisasikan penerapan perilaku CERDIK yang mencakup Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres.
Baca juga: Aktivitas fisik yang perlu dilakukan penderita penyakit jantung
Baca juga: Sehatkan jantung dengan 'superfood' ini
"Perubahan gaya hidup termasuk dalam hal diet dan pola makan sehat membantu perawatan dan pencegahan kasus gagal jantung," kata Susianto di Jakarta, Sabtu.
Mengutip laporan terbaru Aggarwal, M. Bozkurt B., dan Panjrat G. mengenai modifikasi gaya hidup untuk mencegah dan menangani gagal jantung dalam dalam Journal of the American Collage of Cordiology, Susianto menjelaskan bahwa para peneliti menganalisis pengaruh pola hidup seperti manajemen berat badan dan nutrisi pada risiko gagal jantung.
Baca juga: Terapi untuk pasien jantung koroner
Baca juga: Benarkah suara bising bisa picu serangan jantung?
"Pola makan atau diet yang buruk, kebiasaan olahraga yang kurang, dan stres, semuanya berkontribusi langsung pada risiko terjadinya gagal jantung," katanya.
Sedangkan olahraga cukup, manajemen stres yang baik, dan pola makan berbasis nabati efektif, ia melanjutkan, bisa menurunkan risiko terjadinya gagal jantung.
Ia menyarankan para ahli kesehatan mengintegrasikan edukasi soal nutrisi dan olahraga dalam praktik klinis untuk mencegah gagal jantung maupun merawat pasien yang terlanjur mengalaminya.
Gagal jantung atau payah jantung merupakan suatu keadaan ketika jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dalam jumlah memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme.
Dalam upaya mencegah dan menanggulangan penyakit jantung dan pembuluh darah, Kementerian Kesehatan menyosialisasikan penerapan perilaku CERDIK yang mencakup Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres.
Baca juga: Aktivitas fisik yang perlu dilakukan penderita penyakit jantung
Baca juga: Sehatkan jantung dengan 'superfood' ini
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Delonix Hotel terapkan prinsip keberlanjutan berbasis sains dari EarthCheck
15 February 2026 9:38 WIB
Bupati minta KONI Kobar laksanakan program berbasis target prestasi atlet
12 February 2026 13:39 WIB
RSUD Doris Sylvanus: Kami bekerja berdasar regulasi dan berbasis ilmu pengetahuan
10 February 2026 8:05 WIB
Pemprov Kalteng jalankan program sekolah gratis berbasis Kartu Huma Betang
09 February 2026 15:03 WIB
Bupati Barut prioritaskan program berbasis kebutuhan riil di Musrenbang Lahei
04 February 2026 23:05 WIB
'Update' terkini, waktu peluncuran hingga Kartu Huma Betang berbasis teknologi
29 January 2026 17:06 WIB
Program Posyandu berbasis komunitas Alfamart jangkau 30 ribu anak sepanjang 2025
29 January 2026 15:08 WIB
Posyandu di Belantikan Raya diproyeksikan jadi pusat layanan terpadu berbasis enam SPM
16 January 2026 16:38 WIB
Menbud dorong pemetaan talenta seni berbasis data untuk pengembangan budaya
12 January 2026 14:08 WIB
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Yuk berbuka puasa dengan 'Harga ramah keluarga' hingga 'Groupdeal' Swiss-BelhotelDanum
21 February 2026 8:24 WIB
Ayam Dalam Bambu jadi menu andalan NEO Palma Palangka Raya sambut Ramadhan
11 February 2026 9:46 WIB
Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya hadirkan 'Warisan Nusantara' selama Ramadhan
10 February 2026 17:45 WIB
60 Seconds to Seoul: Jajanan Korea hadir di Archipelago-NEO Palma Palangka Raya
06 January 2026 7:11 WIB
Fresh Beginning on Every Plate, sensasi awal baru di Swiss-Cafe Restaurant
05 January 2026 16:54 WIB