Bupati Kapuas angkat bicara terkait isu dugaan OTT KPK terhadap dirinya
Selasa, 2 April 2019 1:34 WIB
Bupati Kapuas Ben Brahim (kanan) beserta istri saat menghadiri acara syukuran yang digelar masyarakat di Desa Terusan Karya Kecamatan Bataguh. (Ist)
Palangka Raya (ANTARA) - Bupati Kapuas Kalimantan Tengah Ben Brahim S Bahat angkat bicara mengenai isu dirinya terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di daerah itu.
"Saya menyampaikan klarifikasi bahwa semuanya itu tidak benar, dan saya tegaskan isu tersebut hanya kabar bohong," kata Ben Brahim melalui press release yang diterima Antara di Palangka Raya Senin.
Ben mengatakan, bahwa awalnya memang ada rencana kegiatan pelantikan di jajaran Pemkab Kapuas. Namun berhubung ada panggilan rapat dari Pemprov Kalteng secara mendesak dan tidak dapat diwakilkan, maka pihaknya bersama sejumlah kepala daerah lainnya langsung berangkat ke Kota Palangka Raya.
Orang nomor satu di Kabupaten Kapuas ini menjelaskan, bahwa rapat yang harus di hadiri di Palangka Raya saat itu yakni, rapat terkait pengamanan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019.
"Saya juga sempat kaget mendengar isu yang beredar menerpa saya. Dan saya tegaskan kembali bahwa permasalahan tersebut tidak benar adanya. Terkait rencana kegiatan pelantikan di jajaran Pemkab Kapuas, maka terpaksa ditunda dulu, dan akan dijadwalkan ulang kembali," tandas Ben Brahim.
Baca juga: Usai hadiri rapat paripurna, Wabup dan Ketua DPRD Kapuas tiba-tiba dijemput polisi
Baca juga: Ini pernyataan Polda Kalteng terkait OTT Bupati Kapuas
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan, informasi yang beredar terkait adanya dugaan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Kapuas Ben Brahim S bahat beserta istri serta salah seorang anggota DPRD, sama sekali tidak benar.
Informasi mengenai adanya dugaan OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kepolisian di Kabupaten Kapuas merupakan kabar bohong, kata Hendra saat dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui pesan singkat di Palangka Raya, Senin.
"Tidak benar dan tidak ada kaitannya dengan kepolisian dan KPK. Tolong informasi ini disampaikan ke teman-teman yang lainnya ya," tambah dia.
Mengenai adanya Bupati Kapuas Ben Ibrahim, Kabid Humas itu membenarkan. Hanya, memastikan keberadaan Ben Brahim di Palangka Raya karena mengikuti kegiatan.
"Beliau memang ada kegiatan di Palangka Raya, tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan hal tersebut," singkat Hendra.
"Saya menyampaikan klarifikasi bahwa semuanya itu tidak benar, dan saya tegaskan isu tersebut hanya kabar bohong," kata Ben Brahim melalui press release yang diterima Antara di Palangka Raya Senin.
Ben mengatakan, bahwa awalnya memang ada rencana kegiatan pelantikan di jajaran Pemkab Kapuas. Namun berhubung ada panggilan rapat dari Pemprov Kalteng secara mendesak dan tidak dapat diwakilkan, maka pihaknya bersama sejumlah kepala daerah lainnya langsung berangkat ke Kota Palangka Raya.
Orang nomor satu di Kabupaten Kapuas ini menjelaskan, bahwa rapat yang harus di hadiri di Palangka Raya saat itu yakni, rapat terkait pengamanan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019.
"Saya juga sempat kaget mendengar isu yang beredar menerpa saya. Dan saya tegaskan kembali bahwa permasalahan tersebut tidak benar adanya. Terkait rencana kegiatan pelantikan di jajaran Pemkab Kapuas, maka terpaksa ditunda dulu, dan akan dijadwalkan ulang kembali," tandas Ben Brahim.
Baca juga: Usai hadiri rapat paripurna, Wabup dan Ketua DPRD Kapuas tiba-tiba dijemput polisi
Baca juga: Ini pernyataan Polda Kalteng terkait OTT Bupati Kapuas
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan, informasi yang beredar terkait adanya dugaan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Kapuas Ben Brahim S bahat beserta istri serta salah seorang anggota DPRD, sama sekali tidak benar.
Informasi mengenai adanya dugaan OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kepolisian di Kabupaten Kapuas merupakan kabar bohong, kata Hendra saat dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui pesan singkat di Palangka Raya, Senin.
"Tidak benar dan tidak ada kaitannya dengan kepolisian dan KPK. Tolong informasi ini disampaikan ke teman-teman yang lainnya ya," tambah dia.
Mengenai adanya Bupati Kapuas Ben Ibrahim, Kabid Humas itu membenarkan. Hanya, memastikan keberadaan Ben Brahim di Palangka Raya karena mengikuti kegiatan.
"Beliau memang ada kegiatan di Palangka Raya, tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan hal tersebut," singkat Hendra.
Pewarta : Ronny NT/All Ikhwan
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kapuas tegaskan komitmen tingkatkan kapasitas SDM tenaga kesehatan
13 February 2026 13:59 WIB
Bupati Kapuas minta aparatur Selat Hulu tingkatkan disiplin dan pelayanan publik
13 February 2026 13:46 WIB
Wabup Kapuas tinjau pasar pastikan sembako aman jelang Imlek dan Ramadhan
12 February 2026 12:41 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
AKBP Didik dicopot dari jabatan Kapolres Bima Kota terkait dugaan kasus narkoba
12 February 2026 17:22 WIB