Emak-emak di Kapuas serbu pasar murah Ramadhan
Kamis, 23 Mei 2019 15:29 WIB
Sejumlah warga Kapuas saat menukarkan selembar fotocopy KTP ketika ingin membeli elpiji 3kg subsidi, yang dijual oleh salah satu distributor elpiji setempat di jalan Maluku kawasan Taman Kota Kuala Kapuas, Rabu (22/5/2019). (Foto Antara Kalteng/All Ikhwan)
Kuala Kapuas (ANTARA) - Ratusan masyarakat Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah yang di dominasi emak-emak berbondong-bondong menyerbu pasar murah Ramadhan yang digelar oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop UKM) kabupaten setempat di Jalan Maluku kawasan Taman Kota.
Tidak butuh lama, pasar murah Ramadhan yang menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang dijual dibawah harga pasar seperti bawang merah dan putih, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir dan mentega ludes terjual.
"Pelaksanaan pasar murah Ramadhan ini kita laksanakan selama dua hari dimulai hari ini hingga besok, yang mana pelaksanaan ini bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, Pendistribusian, Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng," kata Kasi Barang Pokok, Barang Penting, Distribusi Usaha Pemasaran dan Promo Pruduk Dalam Negeri Disdagperinkop UKM Kapuas, Hans Rede, Rabu.
Hans Rede mengatakan, pasar murah Ramadhan yang rutin dilaksanakan tiap tahun oleh pihaknya itu dengan subsidi yang diberikan sebesar 35 persen setiap barang kebutuhan pokok masyarakat yang dijual di pasar tersebut, baik bawang merah dan putih, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir dan mentega.
Untuk persedian barang yang dijual sendiri, katanya, sesuai dengan anggaran yang tersedia seperti gula pasir ada sebanyak lima ton, tepung terigu sebanyak satu ton, bawang merah dan putih satu ton dan ditambah dengan minyak goreng dan mentega.
"Lumayan cukup banyak yang kita sediakan untuk dijual di pasar murah ini mas,”ucapnya.
Dia berharap, dengan diadakannya pasar murah Ramadhan ini, masyarakat bisa terbantukan dan meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.
Sementara itu, dalam pasar murah Ramadhan yang digelar Disdagperinkop UKM setempat, juga diadakannya penjualan elpiji 3kg subsidi dengan harga jual sesuai harga HET Rp17.500. Warga yang ingin mendapatkan elpiji tersebut, syaratnya harus membawa selembar fotocopy KTP untuk menndapatkannya.
Tidak butuh lama, pasar murah Ramadhan yang menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang dijual dibawah harga pasar seperti bawang merah dan putih, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir dan mentega ludes terjual.
"Pelaksanaan pasar murah Ramadhan ini kita laksanakan selama dua hari dimulai hari ini hingga besok, yang mana pelaksanaan ini bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, Pendistribusian, Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng," kata Kasi Barang Pokok, Barang Penting, Distribusi Usaha Pemasaran dan Promo Pruduk Dalam Negeri Disdagperinkop UKM Kapuas, Hans Rede, Rabu.
Hans Rede mengatakan, pasar murah Ramadhan yang rutin dilaksanakan tiap tahun oleh pihaknya itu dengan subsidi yang diberikan sebesar 35 persen setiap barang kebutuhan pokok masyarakat yang dijual di pasar tersebut, baik bawang merah dan putih, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir dan mentega.
Untuk persedian barang yang dijual sendiri, katanya, sesuai dengan anggaran yang tersedia seperti gula pasir ada sebanyak lima ton, tepung terigu sebanyak satu ton, bawang merah dan putih satu ton dan ditambah dengan minyak goreng dan mentega.
"Lumayan cukup banyak yang kita sediakan untuk dijual di pasar murah ini mas,”ucapnya.
Dia berharap, dengan diadakannya pasar murah Ramadhan ini, masyarakat bisa terbantukan dan meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.
Sementara itu, dalam pasar murah Ramadhan yang digelar Disdagperinkop UKM setempat, juga diadakannya penjualan elpiji 3kg subsidi dengan harga jual sesuai harga HET Rp17.500. Warga yang ingin mendapatkan elpiji tersebut, syaratnya harus membawa selembar fotocopy KTP untuk menndapatkannya.
Pewarta : Ronny NT/All Ikhwan
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ASRI klaim lebih disukai kalangan emak-emak, guru hingga petani dan buruh
06 November 2024 15:47 WIB, 2024
Mampir ke Posko Relawan Kawal HARATI, Halikinnor serap aspirasi 'emak-emak'
23 October 2024 23:00 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB