Latihan intensitas tinggi tingkatkan fungsi jantung pasien diabetes tipe 2
Rabu, 29 Mei 2019 11:08 WIB
Ilustrasi (pixabay.com)
Jakarta (ANTARA) - Latihan fisik intensitas tinggi bisa membantu meningkatkan fungsi jantung pada orang penyadang diabetes tipe 2, menurut studi dalam jurnal Medicine and Science in Sports and Exercise.
Genevieve Wilson, yang melakukan penelitian di bawah pengawasan Dr Chris Baldi, seperti dilansir Indian Express, Senin, mengungkapkan, olahraga intensitas cukup tinggi dapat membalikkan, atau mengurangi hilangnya fungsi jantung yang disebabkan oleh diabetes tipe 2.
Latihan ini melibatkan interval pendek seperti berlari cepat atau naik tangga, dipisahkan interval latihan intensitas sedang, seperti joging atau berjalan cepat.
Tujuannya agar orang-orang menghabiskan 10 menit melakukan aktivitas yang sangat kuat selama sesi latihan 25 menit.
Menurut NCBI 2010 (Pusat Nasional untuk Informasi Bioteknologi), banyak penderita penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 tidak aktif secara teratur melakukan aktivitas fisik.
Padahal kegiatan ini elemen kunci dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes tipe-2. Aktivitas fisik teratur meningkatkan kontrol glukosa darah dan dapat mencegah atau menunda diabetes tipe-2.
Peningkatan kapasitas aerobik melalui olahraga bisa menjadi pencegahan terbaik penyakit jantung dan olahraga adalah landasan pengobatan diabetes.
Namun, fungsi jantung penyadang diabetes yang terganggu seringkali mempersulit mereka berolahraga secara efektif.
Penelitian menunjukkan, program latihan intensitas tinggi aman untuk orang dewasa paruh baya penyandang diabetes tipe 2.
Genevieve Wilson, yang melakukan penelitian di bawah pengawasan Dr Chris Baldi, seperti dilansir Indian Express, Senin, mengungkapkan, olahraga intensitas cukup tinggi dapat membalikkan, atau mengurangi hilangnya fungsi jantung yang disebabkan oleh diabetes tipe 2.
Latihan ini melibatkan interval pendek seperti berlari cepat atau naik tangga, dipisahkan interval latihan intensitas sedang, seperti joging atau berjalan cepat.
Tujuannya agar orang-orang menghabiskan 10 menit melakukan aktivitas yang sangat kuat selama sesi latihan 25 menit.
Menurut NCBI 2010 (Pusat Nasional untuk Informasi Bioteknologi), banyak penderita penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 tidak aktif secara teratur melakukan aktivitas fisik.
Padahal kegiatan ini elemen kunci dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes tipe-2. Aktivitas fisik teratur meningkatkan kontrol glukosa darah dan dapat mencegah atau menunda diabetes tipe-2.
Peningkatan kapasitas aerobik melalui olahraga bisa menjadi pencegahan terbaik penyakit jantung dan olahraga adalah landasan pengobatan diabetes.
Namun, fungsi jantung penyadang diabetes yang terganggu seringkali mempersulit mereka berolahraga secara efektif.
Penelitian menunjukkan, program latihan intensitas tinggi aman untuk orang dewasa paruh baya penyandang diabetes tipe 2.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berdayakan ekonomi, Disnakertranskop Barut adakan pelatihan menjahit lanjutan
14 April 2026 20:00 WIB
Hari Taijiquan Internasional pertama dirayakan meriah dengan latihan Tai Chi bersama
23 March 2026 12:26 WIB
Legislator Barut apresiasi pemkab rencanakan pembangunan Balai Latihan Kerja
14 February 2026 21:18 WIB
Latihan beban menjadi solusi efektif bagi lansia untuk membangun massa otot
11 February 2026 17:25 WIB