Pede ibu kota pindah ke Kaltim, Jokowi tak sebutkan ke Kalimantan bagian mana
Jumat, 16 Agustus 2019 20:39 WIB
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Forkopimda berfoto dengan latar depan spanduk bertuliskan terimakasih kepada Presiden atas pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan. (Novi Abdi/Antara)
Balikpapan (ANTARA) - Meski Presiden Joko Widodo hanya menyebutkan ibu kota negara akan pindah ke Kalimantan tanpa menambah ke Kalimantan bagian mana, Wali Kota dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berfoto di belakang spanduk bertuliskan "Alhamdulillah Ibu Kota di Kalimantan Timur" dan di atasnya ada tulisan "Terimakasih Presiden Jokowi".
"Memang Presiden tidak menyebutkan lebih jauh selain Kalimantan saja, tapi kita percaya dirilah," senyum Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Jumat petang.
Sebelumnya Wali Kota dan Forkopimda mendengarkan bersama-sama pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden di Sidang Umum MPR di Jakarta.
Bagian pengumuman pemindahan ibu kota negara menjadi bagian yang paling ditunggu-tunggu di Balikpapan. Bahkan, walaupun Presiden hanya menyebutkan 'Kalimantan' saja, tepuk tangan meriah memenuhi aula Balai Kota
Baca juga: Anggaran pemindahan Ibu Kota tidak ada di RAPBN 2020
Baca juga: Wilayah calon ibu kota negara bebas kabut asap
"Apalagi doanya Kyai Idris kan mintanya di Kalimantan Timur," tambah Wali Kota. Kyai Haji Muhammad Idris adalah anggota DPD dari Kalimantan Timur yang memimpin doa di penghujung Sidang tersebut. Kyai Idris terpilih dari Balikpapan.
Namun Wali Kota juga menambahkan, tentu saja dirinya belum tahu di mana ibu kota baru akan ditetapkan Presiden.
"Memang kan belum tahu, apakah ditetapkan di Kaltim, Kalsel atau Kalteng. Ya kita tunggu lah, mudah-mudahan ditetapkan di Kalimantan Timur," kata Wali Kota .
Baca juga: DPD RI doakan ibu kota pindah ke Kalimantan
Tentang spanduk tersebut, kata Wali Kota, memang sengaja disiapkan seandainya Presiden RI benar-benar memutuskan dan mengumumkan Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara.
"Kita pikir sudah pasti diumumkan, makanya (spanduk) disiapkan. Nah ada pembaca doanya juga Kyai Idris, apakah itu tanda-tanda ibu kota pindah ke Kalimantan Timur," kata Wali Kota lagi.
Dalam pidatonya itu, Presiden RI Joko Widodo hanya meminta izin kepada DPR RI untuk pemindahan izin ibu kota negara ke Kalimantan. Tanpa menyebut Kalimantan Timur maupun Kalimantan Tengah.
Baca juga: Pemerintah diingatkan hati-hati pindah ke Kalimantan
Baca juga: Calo tanah mulai melirik lahan di calon ibu kota negara
"Memang Presiden tidak menyebutkan lebih jauh selain Kalimantan saja, tapi kita percaya dirilah," senyum Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Jumat petang.
Sebelumnya Wali Kota dan Forkopimda mendengarkan bersama-sama pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden di Sidang Umum MPR di Jakarta.
Bagian pengumuman pemindahan ibu kota negara menjadi bagian yang paling ditunggu-tunggu di Balikpapan. Bahkan, walaupun Presiden hanya menyebutkan 'Kalimantan' saja, tepuk tangan meriah memenuhi aula Balai Kota
Baca juga: Anggaran pemindahan Ibu Kota tidak ada di RAPBN 2020
Baca juga: Wilayah calon ibu kota negara bebas kabut asap
"Apalagi doanya Kyai Idris kan mintanya di Kalimantan Timur," tambah Wali Kota. Kyai Haji Muhammad Idris adalah anggota DPD dari Kalimantan Timur yang memimpin doa di penghujung Sidang tersebut. Kyai Idris terpilih dari Balikpapan.
Namun Wali Kota juga menambahkan, tentu saja dirinya belum tahu di mana ibu kota baru akan ditetapkan Presiden.
"Memang kan belum tahu, apakah ditetapkan di Kaltim, Kalsel atau Kalteng. Ya kita tunggu lah, mudah-mudahan ditetapkan di Kalimantan Timur," kata Wali Kota .
Baca juga: DPD RI doakan ibu kota pindah ke Kalimantan
Tentang spanduk tersebut, kata Wali Kota, memang sengaja disiapkan seandainya Presiden RI benar-benar memutuskan dan mengumumkan Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara.
"Kita pikir sudah pasti diumumkan, makanya (spanduk) disiapkan. Nah ada pembaca doanya juga Kyai Idris, apakah itu tanda-tanda ibu kota pindah ke Kalimantan Timur," kata Wali Kota lagi.
Dalam pidatonya itu, Presiden RI Joko Widodo hanya meminta izin kepada DPR RI untuk pemindahan izin ibu kota negara ke Kalimantan. Tanpa menyebut Kalimantan Timur maupun Kalimantan Tengah.
Baca juga: Pemerintah diingatkan hati-hati pindah ke Kalimantan
Baca juga: Calo tanah mulai melirik lahan di calon ibu kota negara
Pewarta : Novi Abdi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukungan keluarga kunci seimbang antara kerja dan keluarga bagi ibu pekerja
30 December 2025 18:13 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pertamina Kalimantan: Penggunaan energi bertanggung jawab kunci jaga ketahanan nasional
02 April 2026 8:14 WIB
Kejagung geledah 14 lokasi terkait kasus korupsi pertambangan PT AKT di Murung Raya
30 March 2026 19:46 WIB
BMKG prakirakan mayoritas kota besar termasuk Kalteng alami hujan ringan-sedang
30 March 2026 7:48 WIB