Pemerintah diingatkan hati-hati pindah ke Kalimantan
Jumat, 16 Agustus 2019 16:44 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan (ketiga kiri) memimpin jalannya Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR ingatkan pemerintah hati-hati pindah ke Kalimantan
Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan pemerintah untuk hati-hati atas rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan agar dipersiapkan matang-matang dari berbagai aspek.
"Tadi pamit lagi presiden untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan. Ya, tentu harus hati-hati persiapkan dengan matang," katanya usai menghadiri pidato penyampaian pengantar RAPBN 2020 dan Nota Keuangan di gedung MPR DPR DPD Senayan Jakarta, Jumat.
Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan dalam rapat paripurna bersama DPR dan DPD memohon izin kepada parlemen untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Pulau Kalimantan.
Ketua MPR menilai pemindahan ibu kota harus diperhitungkan dengan matang segala sesuatunya.
"Ya lokasi, tentu sarana dan prasarana pendukung, sumber daya alam yang mendukung, itu air lingkungan dan lain-lain," kata Zulkifli.
Sebelumnya mantan calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Salahuddin Uno juga mengingatkan kepada pemerintah tentang rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan.
Ia menyebutkan rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan akan berdampak tidak hanya bagi masyarakat di Pulau Jawa dan Kalimantan namun juga seluruh Indonesia.
Menurutnya, dampak terhadap kesejahteraan taraf hidup masyarakat merupakan salah satu hal pokok yang harus diutamakan oleh pemerintah.
Ia melanjutkan bahwa selain memikirkan tentang dampak pada lapangan kerja dan harga bahan pokok, yang paling utama adalah pemerintah juga harus mempertimbangkan biaya termasuk sumber dari dana untuk melakukan pembangunan di ibu kota yang baru.
“Kita khawatir nanti harga properti naik semua di Kalimantan dan biaya hidup yang tidak terjangkau bagi masyarakat di sana. Itu yang jadi fokus kita ke depan,” tambahnya.
Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan pemerintah untuk hati-hati atas rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan agar dipersiapkan matang-matang dari berbagai aspek.
"Tadi pamit lagi presiden untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan. Ya, tentu harus hati-hati persiapkan dengan matang," katanya usai menghadiri pidato penyampaian pengantar RAPBN 2020 dan Nota Keuangan di gedung MPR DPR DPD Senayan Jakarta, Jumat.
Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan dalam rapat paripurna bersama DPR dan DPD memohon izin kepada parlemen untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Pulau Kalimantan.
Ketua MPR menilai pemindahan ibu kota harus diperhitungkan dengan matang segala sesuatunya.
"Ya lokasi, tentu sarana dan prasarana pendukung, sumber daya alam yang mendukung, itu air lingkungan dan lain-lain," kata Zulkifli.
Sebelumnya mantan calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Salahuddin Uno juga mengingatkan kepada pemerintah tentang rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan.
Ia menyebutkan rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan akan berdampak tidak hanya bagi masyarakat di Pulau Jawa dan Kalimantan namun juga seluruh Indonesia.
Menurutnya, dampak terhadap kesejahteraan taraf hidup masyarakat merupakan salah satu hal pokok yang harus diutamakan oleh pemerintah.
Ia melanjutkan bahwa selain memikirkan tentang dampak pada lapangan kerja dan harga bahan pokok, yang paling utama adalah pemerintah juga harus mempertimbangkan biaya termasuk sumber dari dana untuk melakukan pembangunan di ibu kota yang baru.
“Kita khawatir nanti harga properti naik semua di Kalimantan dan biaya hidup yang tidak terjangkau bagi masyarakat di sana. Itu yang jadi fokus kita ke depan,” tambahnya.
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Muzani ungkap Megawati-Prabowo sepakat tarif AS momentum kebangkitan produk nasional
09 April 2025 20:15 WIB
MPR terdampak efisiensi anggaran perjalanan dinas hingga sosialisasi
03 February 2025 20:51 WIB, 2025
Tetap bangun sukacita ditengah pilihan berbeda dalam Pilkada, kata Teras Narang
27 November 2024 17:37 WIB, 2024
Pelajar SMAN 1 Pulpis antusias ikuti dialog nilai kebangsaan Teras Narang
25 November 2024 14:50 WIB, 2024
Teras Narang beri perhatian terhadap pembentukan otonomi daerah desa dan tenaga honorer
04 November 2024 14:16 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi limpahkan berkas kasus asusila paman terhadap ponakan ke Kejari Jaksel
04 April 2026 14:49 WIB
Pertamina Kalimantan: Penggunaan energi bertanggung jawab kunci jaga ketahanan nasional
02 April 2026 8:14 WIB