Cara merawat kulit di tengah polusi
Minggu, 18 Agustus 2019 10:09 WIB
Ilustrasi (Antaranews)
Jakarta (ANTARA) - Hari ini kualitas udara Jakarta disebut menempati peringkat kedua terburuk di dunia setelah Kota Krasnoyarsk di Rusia.
Buruknya kualitas udara bisa berpengaruh pada kesehatan kulit. Dini Sagita, manajer klinik kesehatan kulit MS Glow menyebutkan semakin sering seseorang terpapar polusi maka kulit wajahnya akan tampak lebih kusam dan menua.
Selain karena radikal bebas, Dini mengatakan polusi juga mengandung efek sinar UV A dan UV B sehingga masyarakat disarankan menggunakan sunblock.
"Sunblock bisa berperan sebagai anti aging. Kalau seseorang usianya sudah lebih dari 30 tahun maka harus pakai sunblock setiap hari dengan diperkuat treatment yang dikombinasikan dengan rangkaian skin care," kata Dini di sela-sela acara Jakarta Murojaah yang diselenggarakan oleh MS Glow di Masjid Istiqlal, Sabtu.
Dini menyarankan prosedur perawatan yang cocok untuk dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di kota berpolusi seperti Jakarta adalah mikrodermabrasi, yakni metode pengangkatan sel kulit mati -- sering disebut eksfoliasi -- dengan menyemprotkan butiran kristal super kecil pada permukaan kulit wajah.
"Perawatan ini mampu mengurangi kerutan dan garis halus, meratakan warna kulit, mengecilkan pori-pori, mengobati jerawat, hingga memudarkan bekas luka jerawat dan flek hitam akibat penuaan. Khusus untuk di daerah berpolusi cocok karena bisa cepat mengangkat kulit mati yang menyebabkan kusam dan penuaan," kata Dini.
Dini menambahkan, saat ini perawatan kulit yang paling diminati di MS Glow Aesthetic Clinic adalah perawatan facial Hollywood menggunakan diamond dan serum yang bermanfaat untuk kulit kusam bekas jerawat dan flek serta perawatan slikpeel menggunakan teknologi dermalinfussion dengan cara mengelupas sel-sel kulit mati dan menanamkan serum tertentu untuk merevitalisasi kulit dari dalam.
Buruknya kualitas udara bisa berpengaruh pada kesehatan kulit. Dini Sagita, manajer klinik kesehatan kulit MS Glow menyebutkan semakin sering seseorang terpapar polusi maka kulit wajahnya akan tampak lebih kusam dan menua.
Selain karena radikal bebas, Dini mengatakan polusi juga mengandung efek sinar UV A dan UV B sehingga masyarakat disarankan menggunakan sunblock.
"Sunblock bisa berperan sebagai anti aging. Kalau seseorang usianya sudah lebih dari 30 tahun maka harus pakai sunblock setiap hari dengan diperkuat treatment yang dikombinasikan dengan rangkaian skin care," kata Dini di sela-sela acara Jakarta Murojaah yang diselenggarakan oleh MS Glow di Masjid Istiqlal, Sabtu.
Dini menyarankan prosedur perawatan yang cocok untuk dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di kota berpolusi seperti Jakarta adalah mikrodermabrasi, yakni metode pengangkatan sel kulit mati -- sering disebut eksfoliasi -- dengan menyemprotkan butiran kristal super kecil pada permukaan kulit wajah.
"Perawatan ini mampu mengurangi kerutan dan garis halus, meratakan warna kulit, mengecilkan pori-pori, mengobati jerawat, hingga memudarkan bekas luka jerawat dan flek hitam akibat penuaan. Khusus untuk di daerah berpolusi cocok karena bisa cepat mengangkat kulit mati yang menyebabkan kusam dan penuaan," kata Dini.
Dini menambahkan, saat ini perawatan kulit yang paling diminati di MS Glow Aesthetic Clinic adalah perawatan facial Hollywood menggunakan diamond dan serum yang bermanfaat untuk kulit kusam bekas jerawat dan flek serta perawatan slikpeel menggunakan teknologi dermalinfussion dengan cara mengelupas sel-sel kulit mati dan menanamkan serum tertentu untuk merevitalisasi kulit dari dalam.
Pewarta : Ida Nurcahyani
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter bagikan cara memilih produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit
25 November 2025 12:33 WIB
Studi ungkap penderita eksim harus jaga kelembaban kulit, walaupun sering mandi
17 November 2025 11:24 WIB