Logo Header Antaranews Kalteng

Tanjung Lesung dorong wisata berkelanjutan

Jumat, 30 Januari 2026 17:11 WIB
Image Print
Ilustrasi kegiatan Aero Sport Fest 2025 yang menampilkan atraksi dirgantara di Tanjung Lesung, Banten. (ANTARA/HO-Aero Sport Fest)

Jakarta (ANTARA) - Kawasan wisata Tanjung Lesung, Banten memperkuat komitmen pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan menyeimbangkan pertumbuhan kunjungan, kenyamanan wisatawan, dan pelestarian lingkungan sepanjang 2025 hingga menyambut 2026.

Direktur Utama Tanjung Lesung, Poernomo Siswaprasetijo mengatakan pengelolaan kawasan wisata tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga pada penciptaan pengalaman yang berkesan serta berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Pengembangan Tanjung Lesung kami arahkan agar tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan kelestarian alam, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Poernomo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Sepanjang 2025, Tanjung Lesung menggelar berbagai kegiatan berbasis komunitas dan lingkungan, seperti Rhino Eco Run, Sunset Fun Run Fest, Aero Sport Fest, dan Exciting Banten Festival.

Ia mengatakan, berbagai agenda tersebut dirancang untuk melibatkan wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi alam dan budaya lokal secara bertanggung jawab.

Selain aktivitas wisata, kata dia, pengelola juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat serta pemangku kepentingan sektor pariwisata guna mendukung pengembangan kawasan yang berkelanjutan.

Upaya tersebut turut memperoleh pengakuan melalui penghargaan dari Kabar Banten Awards.

Memasuki 2026, Tanjung Lesung bersiap menghadapi perubahan pola kunjungan seiring rencana beroperasinya Tol Serang–Panimbang Seksi 2 pada Oktober 2026.

Menurut dia, infrastruktur tersebut diperkirakan memperpendek waktu tempuh dari Jakarta dan sekitarnya, sehingga berpotensi meningkatkan arus wisatawan.

“Menyambut peningkatan aksesibilitas, kami memperkuat ragam aktivitas wisata tanpa mengesampingkan prinsip keberlanjutan,” ujar Poernomo.

Dari sisi lingkungan, Tanjung Lesung menjalankan berbagai program konservasi, antara lain pembersihan pantai secara rutin, penanaman pohon, penangkaran dan pelepasliaran penyu, serta konservasi terumbu karang melalui program orang tua asuh.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas perairan dan kelestarian ekosistem laut di tengah aktivitas pariwisata.

Selain itu, kawasan pantai sepanjang 14 kilometer dilengkapi pengaman pantai, jalur pedestrian, dan jogging track yang dirawat secara berkala guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.

“Upaya ini merupakan ikhtiar agar keindahan alam Tanjung Lesung tetap terjaga dan dapat dinikmati generasi mendatang,” kata Poernomo.



Pewarta :
Editor: Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026