Metode pemanfaatan dan penyimpanan energi listrik dari Toshiba
Kamis, 26 September 2019 14:48 WIB
Baterai isi ulang Toshiba (ANTARA/Toshiba)
Jakarta (ANTARA) - Penggunaan energi terbarukan saat ini sudah mulai gencar dilakukan menyusul masalah perubahan iklim. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah memanfaatkan potensi teknologi penyimpanan energi.
Dilansir dari laman Toshiba pada Kamis, menyimpan energi listrik cukup susah, lantaran listrik bersifat cepat tersalurkan melalui gelombang elektromagnetik. Namun setidaknya ada beberapa metode untuk menyimpang energi antara lain pumped hydroelectric energy storage (PHES) dan baterai isi ulang.
Kendati demikian, teknologi penyimpanan energi listrik dalam berbagai bentuk sedang dipelajari dan dikembangkan. Tujuannya adalah untuk mencegah pemadaman listrik dan berkontribusi pada pemanfaatan energi terbarukan.
Metode penyimpanan energi listrik pertama adalah pumped hydroelectric energy storage (PHES). Selain menghasilkan tenaga listrik, PHES juga berfungsi sebagai teknologi penyimpanan daya penuh.
Power plants produce electric power. (ANTARA/Toshiba)
Mekanismenya adalah, alat itu menyimpan air di reservoir atas, sebagai energi potensial mekanis yang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan listrik yang tinggi, kemudian dirilis ke dalam pipa untuk mengalir menuruni bukit ke reservoir yang lebih rendah dengan kekuatan yang cukup untuk menggerakkan turbin air dan generator listrik.
Selama permintaan listrik rendah, energi yang berlebih digunakan untuk memompa air dari reservoir bawah kembali ke reservoir atas.
Misalnya, jika pembangkit listrik PHES dengan empat turbin 400 megawatt beroperasi selama delapan jam berturut-turut, ia dapat menghasilkan listrik yang setara dengan konsumsi energi harian hampir 1,6 juta rumah tangga.
Sistem PHES berkecepatan tinggi berkontribusi pada operasi yang lebih efisien dan stabilitas jaringan listrik yang lebih baik.
Baterai
Teknologi lainnya adalah baterai isi ulang, yang merupakan solusi penyimpanan energi elektrokimia.
Reaksi elektrokimia terbalik (reversed electrochemichal reaction) dalam pengisian baterai terjadi ketika listrik dipasang pada sumber eksternal.
Terlepas dari dua teknologi ini, upaya penelitian dan pengembangan sedang berlangsung untuk jenis teknologi penyimpanan energi yang berbeda, termasuk sistem penyimpanan energi hidrogen menggunakan sel bahan bakar yang secara kimia mengubah hidrogen dan energi oksigen menjadi energi listrik.
Inovasi-inovasi itu diharapkan akan menciptakan beragam teknologi penyimpanan energi yang mendukung gaya hidup kita dengan mengurangi gangguan pada keseimbangan pasokan-permintaan yang dapat menyebabkan pemadaman listrik.
Penyimpanan energi nantinya membawa lebih banyak fleksibilitas ke jaringan listrik dengan membantu operator jaringan untuk mengelola sumber daya energi variabel seperti angin dan matahari.
Dilansir dari laman Toshiba pada Kamis, menyimpan energi listrik cukup susah, lantaran listrik bersifat cepat tersalurkan melalui gelombang elektromagnetik. Namun setidaknya ada beberapa metode untuk menyimpang energi antara lain pumped hydroelectric energy storage (PHES) dan baterai isi ulang.
Kendati demikian, teknologi penyimpanan energi listrik dalam berbagai bentuk sedang dipelajari dan dikembangkan. Tujuannya adalah untuk mencegah pemadaman listrik dan berkontribusi pada pemanfaatan energi terbarukan.
Metode penyimpanan energi listrik pertama adalah pumped hydroelectric energy storage (PHES). Selain menghasilkan tenaga listrik, PHES juga berfungsi sebagai teknologi penyimpanan daya penuh.
Power plants produce electric power. (ANTARA/Toshiba)
Mekanismenya adalah, alat itu menyimpan air di reservoir atas, sebagai energi potensial mekanis yang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan listrik yang tinggi, kemudian dirilis ke dalam pipa untuk mengalir menuruni bukit ke reservoir yang lebih rendah dengan kekuatan yang cukup untuk menggerakkan turbin air dan generator listrik.
Selama permintaan listrik rendah, energi yang berlebih digunakan untuk memompa air dari reservoir bawah kembali ke reservoir atas.
Misalnya, jika pembangkit listrik PHES dengan empat turbin 400 megawatt beroperasi selama delapan jam berturut-turut, ia dapat menghasilkan listrik yang setara dengan konsumsi energi harian hampir 1,6 juta rumah tangga.
Sistem PHES berkecepatan tinggi berkontribusi pada operasi yang lebih efisien dan stabilitas jaringan listrik yang lebih baik.
Baterai
Teknologi lainnya adalah baterai isi ulang, yang merupakan solusi penyimpanan energi elektrokimia.
Reaksi elektrokimia terbalik (reversed electrochemichal reaction) dalam pengisian baterai terjadi ketika listrik dipasang pada sumber eksternal.
Terlepas dari dua teknologi ini, upaya penelitian dan pengembangan sedang berlangsung untuk jenis teknologi penyimpanan energi yang berbeda, termasuk sistem penyimpanan energi hidrogen menggunakan sel bahan bakar yang secara kimia mengubah hidrogen dan energi oksigen menjadi energi listrik.
Inovasi-inovasi itu diharapkan akan menciptakan beragam teknologi penyimpanan energi yang mendukung gaya hidup kita dengan mengurangi gangguan pada keseimbangan pasokan-permintaan yang dapat menyebabkan pemadaman listrik.
Penyimpanan energi nantinya membawa lebih banyak fleksibilitas ke jaringan listrik dengan membantu operator jaringan untuk mengelola sumber daya energi variabel seperti angin dan matahari.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MedcoEnergi perkuat pengurangan emisi metana melalui nitrogen gas blanketing
04 February 2026 7:38 WIB
Pertamina: Pasokan energi periode Natal-Tahun Baru aman untuk wilayah Kalimantan
26 December 2025 7:02 WIB
Pemkab Barut harapkan pengembangan lapangan gas Karendan bermanfaat bagi masyarakat
18 December 2025 17:23 WIB
Bahlil dan Purbaya dipanggil Prabowo ke Istana, isu penting apa yang dibahas?
27 November 2025 18:08 WIB
Percepat pasokan energi, Meta berencana memasuki bisnis perdagangan listrik
24 November 2025 13:20 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB